![Jurnalis Lebanon Amal Khalil, yang bekerja untuk surat kabar harian Al Akhbar, melaporkan di dekat jembatan yang hancur di Qasmiyeh, Lebanon, Minggu, 22 Maret 2026 [File: Mohammed Zaatari/AP Photo]. - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2026/04/23/jurnalis-lebanon-amal-khalil-yang-bekerja-untuk-surat-kabar-harian-al-akhbar-melaporkan-di-dekat-jembatan-yang-hancur-di-qasmiyeh-lebanon-minggu-22-maret-2026-file-mohammed-zaatariap-photo-BC2ep.webp)
Jurnalis Lebanon Amal Khalil, yang bekerja untuk surat kabar harian Al Akhbar, melaporkan di dekat jembatan yang hancur di Qasmiyeh, Lebanon, Minggu, 22 Maret 2026 [File: Mohammed Zaatari/AP Photo].
JawaPos.com - Serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon selatan dan menewaskan sedikitnya lima orang. Dalam daftar korban tewas, dilaporkan satu diantaranya termasuk seorang jurnalis, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Serangan pertama dilaporkan menghantam sebuah mobil di desa at-Tiri pada Rabu (22/4 waktu setempat. Dua orang yang berada di dalam kendaraan tersebut tewas seketika.
Melansir Al-Jazeera, lihak militer Israel menyatakan bahwa dua kendaraan yang diserang sebelumnya berangkat dari fasilitas militer yang digunakan kelompok bersenjata Hizbullah.
Tak lama berselang, serangan udara kedua menghantam sebuah bangunan di desa yang sama. Dalam insiden ini, seorang jurnalis dilaporkan terluka dan terjebak di bawah reruntuhan.
Korban diketahui bernama Amal Khalil, jurnalis media lokal Al Akhbar, yang kemudian dikonfirmasi meninggal dunia di lokasi kejadian.
Laporan lapangan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa dua jurnalis Al Akhbar, Amal Khalil dan Zeinab Faraj, sebelumnya datang ke lokasi untuk meliput serangan awal terhadap mobil yang menewaskan dua warga sipil. Namun situasi di lapangan semakin memburuk saat serangan lanjutan terjadi.
Tim penyelamat, termasuk awak medis setempat disebut kesulitan menjangkau lokasi karena serangan yang terus berlangsung di area tersebut. Zeinab Faraj akhirnya berhasil dievakuasi ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis dan membutuhkan operasi.
Kementerian Kesehatan Lebanon menuduh Israel secara sengaja membidik lokasi perlindungan para jurnalis. Bahkan, menurut NNA, akses jalan utama menuju desa juga diserang untuk menghambat ambulans mencapai lokasi korban.
Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, mengecam keras serangan tersebut. Ia menyatakan Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan para jurnalis dan menekankan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers di wilayah konflik.
Di sisi lain, militer Israel membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan tidak menargetkan jurnalis dan mengklaim telah berupaya meminimalkan dampak terhadap warga sipil, termasuk pekerja media. Israel juga menyangkal telah menghalangi akses tim penyelamat ke lokasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
