
Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan arahan kepada ratusan prajurit TNI yang bakal dikirim ke Lebanon pada akhir bulan ini. (KemenkoPolkam)
JawaPos.com - Sebanyak 744 prajurit TNI bakal dikirim ke Lebanon untuk bergabung bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akhir bulan ini. Sebelum keberangkatan ratusan prajurit tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dan Menteri Luar Negri (Menlu) Sugiono menitipkan beberapa pesan.
Djamari menyatakan bahwa ratusan prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) UNIFIL harus terus menerapkan disiplin tinggi untuk memastikan kualitas latihan dan kesiapan prajurit dalam pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pesan itu dia tekankan saat menemui para prajurit pada Senin (11/5).
Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Djamari menyampaikan, Indonesia memiliki rekam jejak panjang dan reputasi baik dalam pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian PBB. DIA juga membagikan pengalamannya saat bertugas dalam misi United Nations Emergency Force II (UNEF II) di Sinai pada 1970-an silam.
”Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Dengan latihan keras dan disiplin, prajurit kita dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pada saat tugas dilaksanakan dengan baik, di situlah muncul kebanggaan, kehormatan, promosi, dan apresiasi dari bangsa,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi pada Selasa (12/5).
Baca Juga:Ayahnya Jadi Hakim MK, Adela Kanasya Adies Resmi Gantikan Adies Kadir sebagai Anggota DPR RI
Menko Djamari memastikan, Presiden Prabowo Subianto selalu ada bersama para prajurit. Presiden berkomitmen untuk terus meningkatkan peran Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Menurut dia, Indonesia perlu terus memperkuat reputasi melalui kesiapan pasukan, peningkatan kontribusi, serta penempatan perwira TNI pada posisi strategis di struktur misi PBB.
Dalam arahannya kepada para prajurit, Djamari turut menyampaikan titipan salam dan perhatian dari Presiden Prabowo kepada seluruh personel yang akan menjalankan tugas di Lebanon. Dia menekankan kembali, misi perdamaian merupakan amanat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia sekaligus membawa kehormatan bangsa Indonesia.
”Kalian mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Sugiono menyampaikan bahwa Rakor Misi Pemeliharaan Perdamaian yang sudah dilakukan sangat penting untuk memperkuat koordinasi di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya risiko di daerah penugasan. Menurut dia, rakor tersebut tidak boleh dipandang sebagai rutinitas semata.
”Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,” ujarnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
