Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 22.23 WIB

Iran Tolak Perundingan dengan AS, Tegaskan Tak Mau Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump

Delegasi tingkat tinggi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (C) tiba di Islamabad, Pakistan, untuk berpartisipasi dalam pembicaraan mendatang dengan Amerika Serikat, pada pagi hari tanggal 11 April 2026. (Xinhua) - Image

Delegasi tingkat tinggi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (C) tiba di Islamabad, Pakistan, untuk berpartisipasi dalam pembicaraan mendatang dengan Amerika Serikat, pada pagi hari tanggal 11 April 2026. (Xinhua)

JawaPos.com - Sikap Iran semakin tegas di tengah upaya perpanjangan gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS). Alih-alih membuka ruang dialog, Teheran justru menolak terlibat dalam perundingan selama pendekatan Washington masih diwarnai tekanan dan ancaman.

Presiden Donald Trump sebelumnya memperpanjang gencatan senjata guna memberi waktu tambahan bagi negosiasi. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda terobosan, sementara posisi Iran justru semakin mengeras.

Iran: Tak Akan Negosiasi di Bawah Tekanan

Penolakan Iran terlihat jelas dari belum adanya delegasi yang dikirim untuk mengikuti pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan. Pemerintah Iran menegaskan bahwa keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam perundingan tersebut 'tidak berubah'.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi 'di bawah bayang-bayang ancaman'. Ia bahkan memperingatkan bahwa Iran dapat 'mengungkap kartu baru di medan perang' jika tekanan terus berlanjut.

Menurutnya, Washington berupaya mengubah meja perundingan menjadi ajang penyerahan atau dalih untuk kembali memicu konflik. Demikian mengutip The New Arab.

Sikap keras Iran tak lepas dari kebijakan terbaru AS yang dinilai provokatif. Ketegangan meningkat setelah Trump memerintahkan penyitaan kapal kargo Iran di Laut Oman.

Teheran menuntut pembebasan segera awak kapal yang dilaporkan ditahan. Langkah tersebut dikritik keras oleh Iran karena dianggap melanggar semangat gencatan senjata dan mencerminkan tekanan sepihak dari Washington.

Di sisi lain, AS juga tetap mempertahankan tekanan, termasuk kemungkinan melanjutkan blokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Meski menolak perundingan dalam kondisi saat ini, Iran belum sepenuhnya menutup pintu diplomasi. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi diketahui melakukan komunikasi dengan pejabat Pakistan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore