Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 April 2026 | 21.31 WIB

Amerika Bertindak Sewenang-wenang, Iran Tolak Hadiri Perundingan Kedua di Islamabad 

Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP) - Image

Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP)

JawaPos.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam. Pemerintah di Tehran dilaporkan tidak berencana mengikuti putaran baru perundingan dengan Washington di Islamabad, Pakistan di tengah tudingan bahwa AS telah melanggar gencatan senjata yang rapuh.

Laporan media pemerintah Iran pada Minggu (19/4) malam menyebut keputusan itu muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengiriman delegasi negosiasi ke Islamabad.

Trump mengklaim bahwa kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade AS di Selat Hormuz telah berhasil disita. “Kami sepenuhnya menguasai kapal mereka, dan sedang memeriksa isinya!” tulis Trump di media sosial.

Militer Iran membenarkan insiden tersebut dan menyebut kapal itu berasal dari Tiongkok. Mereka mengecam tindakan AS sebagai 'pembajakan bersenjata' dan memperingatkan akan melakukan pembalasan dalam waktu dekat.

Insiden ini meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata bisa runtuh bahkan sebelum negosiasi kembali dimulai.

Amerika Serikat sebelumnya menyatakan akan mengirim delegasi ke Pakistan pada Senin untuk melanjutkan pembicaraan damai terkait konflik Iran-Israel yang turut melibatkan Washington. Delegasi ini dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Namun, kantor berita resmi IRNA menegaskan Iran 'saat ini tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi' dalam putaran lanjutan tersebut.

Iran menilai sikap AS dipenuhi tuntutan berlebihan, sewenang-wenang, ekspektasi tidak realistis, serta perubahan posisi yang terus-menerus. Selain itu, blokade laut yang masih berlangsung dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Situasi semakin kompleks setelah Iran kembali memberlakukan pembatasan ketat terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, setelah sebelumnya sempat sepakat untuk membukanya.

Penutupan jalur ini berdampak besar pada pasar global, mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore