
Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memulai langkah diplomasi intensif dengan melakukan lawatan empat hari ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar Islamabad untuk mendorong dimulainya kembali putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat buntu.
Melansir Al-Jazeera, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut kunjungan tersebut berlangsung dari Rabu hingga Sabtu. Pertemuan di Arab Saudi dan Qatar akan difokuskan pada hubungan bilateral, sementara di Turki, Sharif dijadwalkan bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan di sela forum diplomasi internasional.
Langkah ini dilakukan di tengah jeda konflik selama dua pekan, yang untuk sementara menghentikan serangan militer AS dan Israel terhadap Iran hingga 22 April.
Baca Juga:Tak Bisa Pertanggungjawabkan Uang Rp 21,4 M, Nany Widjaja Digugat Perusahaan Industrial Estate
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengungkapkan bahwa Sharif telah memaparkan upayanya untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara mediator serta membuka jalan bagi negosiasi lanjutan.
Zardari juga mendorong pemerintah Pakistan untuk terus menjaga komunikasi aktif dengan Washington, Teheran, dan kekuatan global lainnya guna memastikan proses damai tetap berjalan.
Sinyal positif mulai terlihat. Dukungan terhadap inisiatif Pakistan muncul dari Presiden AS Donald Trump serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bahkan, Trump menyebut kemungkinan perundingan baru bisa segera digelar, dengan Islamabad menjadi salah satu lokasi potensial.
Meski demikian, jalan menuju kesepakatan masih terjal. Sebelumnya, pertemuan tatap muka selama 21 jam antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berakhir tanpa hasil konkret.
Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah sepakat melanjutkan dialog, meski lokasi dan waktu pertemuan belum ditentukan. Selain Islamabad, kota Jenewa disebut sebagai kandidat tuan rumah.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai peluang kelanjutan perundingan cukup besar. Namun ia mengingatkan bahwa konflik kompleks seperti ini tidak bisa diselesaikan dalam satu putaran negosiasi.
“Saya kira tidak realistis berharap masalah yang begitu kompleks dan berlangsung lama bisa selesai dalam satu sesi. Negosiasi harus terus berjalan, dan gencatan senjata perlu dipertahankan,” ujar Guterres.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
