Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 22.08 WIB

Jepang Catat Emisi Terendah Sepanjang Sejarah pada Tahun Fiskal 2024, Turun 1,9 Persen

Asap pabrik di kawasan industri Keihin terlihat mengepul di depan Gunung Fuji saat matahari terbenam di Kawasaki, Jepang (Reuters) - Image

Asap pabrik di kawasan industri Keihin terlihat mengepul di depan Gunung Fuji saat matahari terbenam di Kawasaki, Jepang (Reuters)

JawaPos.com - Jepang mencatat tonggak penting dalam transisi energi global setelah emisi gas rumah kaca (GRK) pada tahun fiskal 2024 turun ke level terendah sejak pencatatan dimulai. Penurunan ini tidak hanya mencerminkan perubahan domestik, tetapi juga memperkuat arah pergeseran global menuju energi rendah karbon di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi.

Data resmi menunjukkan, total emisi GRK Jepang mencapai 1,046 miliar ton setara karbon dioksida pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Angka tersebut turun dari 1,067 miliar ton pada tahun sebelumnya, menandai penurunan sebesar 1,9 persen sekaligus menjadi tahun ketiga berturut-turut tren penurunan emisi.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/4/2026), pemerintah Jepang menegaskan bahwa capaian ini merupakan "tingkat terendah sejak pencatatan dimulai pada 1990/1991," sekaligus mencerminkan kombinasi faktor struktural, termasuk penurunan konsumsi energi sektor manufaktur serta peningkatan pemanfaatan energi terbarukan dan nuklir.

Secara sektoral, emisi karbon dioksida dari industri turun 2,5 persen, menandakan efisiensi energi yang semakin meningkat di sektor produksi. Sebaliknya, sektor komersial dan jasa mencatat kenaikan tipis sebesar 0,2 persen. Sementara itu, emisi rumah tangga turun 0,7 persen dan sektor transportasi berkurang 1,6 persen, menunjukkan pergeseran perilaku konsumsi energi masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah Jepang menyatakan bahwa capaian tahun fiskal 2024 telah menghasilkan penurunan emisi sebesar 24,9 persen dibandingkan level tahun 2013. Target nasional sendiri adalah memangkas emisi hingga 46 persen pada 2030, sebuah ambisi yang kini terlihat semakin realistis meski masih menuntut percepatan signifikan.

Namun, kontribusi penyerapan karbon oleh hutan dan ekosistem alami mengalami penurunan. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat penyerapan GRK turun 2,9 persen menjadi 52,3 juta ton. Setelah memperhitungkan faktor ini, total emisi bersih Jepang berada di angka 994 juta ton, tetap turun 1,9 persen secara tahunan.

Tren penurunan ini terbilang kontras jika dibandingkan dengan periode pasca bencana nuklir Fukushima 2011. Saat itu, penghentian reaktor nuklir secara luas memicu lonjakan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Emisi bahkan sempat mencapai puncaknya di 1,394 miliar ton pada tahun fiskal 2013 sebelum akhirnya berbalik arah menurun.

Transformasi bauran energi menjadi faktor kunci. Pada tahun fiskal 2024, energi terbarukan menyumbang 23,1 persen dari total produksi listrik sebesar 991,1 miliar kilowatt-jam, naik tipis 0,2 poin persentase. Energi nuklir juga meningkat menjadi 9,4 persen, naik 0,9 poin persentase seiring dengan bertahapnya reaktivasi reaktor.

Sebaliknya, peran pembangkit listrik berbasis termal terus menyusut. Energi fosil kini menyumbang 67,5 persen dari total pembangkitan listrik, turun 1,1 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Komposisinya terdiri dari 28,1 persen batu bara, 32,2 persen gas alam, dan 7,2 persen minyak.

Dalam konteks global, langkah Jepang mencerminkan dinamika yang juga terjadi di berbagai ekonomi maju yakni penyeimbangan antara keamanan energi dan dekarbonisasi. Dengan tekanan untuk memenuhi komitmen iklim internasional, capaian ini menempatkan Jepang sebagai salah satu indikator penting arah transisi energi dunia, terutama di tengah meningkatnya kompetisi teknologi antara negara-negara besar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore