Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 April 2026 | 23.56 WIB

Historiq Luncurkan AI Una, Bidik Percepatan Digitalisasi Arsip Sejarah yang Selama Ini Terhambat

Dean Serrentino, pendiri Historiq, memperkenalkan platform AI Una yang dirancang untuk mempercepat digitalisasi arsip sejarah (Forbes) - Image

Dean Serrentino, pendiri Historiq, memperkenalkan platform AI Una yang dirancang untuk mempercepat digitalisasi arsip sejarah (Forbes)

JawaPos.com - Upaya mempercepat digitalisasi arsip sejarah kini memasuki fase baru seiring hadirnya solusi berbasis kecerdasan buatan yang ditawarkan Historiq. Perusahaan rintisan ini menargetkan percepatan proses pengarsipan yang selama ini terhambat oleh metode manual dan keterbatasan sumber daya di berbagai lembaga penyimpan sejarah.

Selama bertahun-tahun, perpustakaan, universitas, dan lembaga sejarah menghadapi persoalan serupa: penumpukan arsip fisik yang belum terdigitalisasi. Ribuan kotak dokumen tersimpan tanpa katalog yang memadai, menyebabkan sebagian catatan sejarah sulit diakses dan berisiko terabaikan dalam jangka panjang.

Melansir dari Forbes, Senin (13/4/2026), proses pengarsipan konvensional terbukti memakan waktu signifikan. Seorang arsiparis bahkan dapat menghabiskan lebih dari satu jam untuk memproses satu kotak dokumen. Kondisi ini memicu antrean pekerjaan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sehingga sebagian sejarah penting "tetap tidak diketahui oleh generasi saat ini."

Menjawab tantangan itu, pendiri Historiq, Dean Serrentino, memperkenalkan platform kecerdasan buatan bernama Una. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses katalogisasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang selama ini menjadi hambatan utama.

Serrentino menggambarkan metode lama yang masih digunakan banyak institusi sebagai proses "dengan cara manual menggunakan catatan dan pensil." Melalui Una, arsiparis kini dapat mendeskripsikan temuan mereka secara lisan saat meninjau dokumen. Sistem kemudian secara otomatis mengonversi deskripsi tersebut menjadi data terstruktur yang langsung terintegrasi ke dalam basis data institusi.

Pendekatan ini dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkaya kualitas informasi. "Ketika mereka tidak harus menuliskan semuanya, arsiparis dapat menuangkan lebih banyak konteks dan deskripsi historis dari pikiran mereka ke dalam sistem," ujar Serrentino.

Dia menambahkan, hasil yang dihasilkan kecerdasan buatan tetap berupa draf awal yang memerlukan verifikasi manusia guna menjaga akurasi dan konteks historis.

Selain mempercepat pencatatan, Una juga memungkinkan digitalisasi dokumen dilakukan secara bersamaan melalui kamera laptop atau telepon seluler. Integrasi ini menyederhanakan alur kerja yang sebelumnya terpisah antara proses dokumentasi dan pengarsipan, menjadi satu sistem yang lebih efisien dan terkoordinasi.

Sejalan dengan pengembangan teknologi tersebut, Historiq didirikan pada 2025 dengan dukungan pendanaan sebesar 1,25 juta dolar AS atau sekitar Rp 21,36 miliar (kurs Rp 17.090 per dolar AS) dari Rob Waldron, Ketua perusahaan teknologi pendidikan Curriculum Associates. Investasi ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor pelestarian pengetahuan.

Sejumlah institusi telah menjadi pengguna awal teknologi ini. Salah satunya adalah Fort Ticonderoga, yang berencana memanfaatkan Una untuk mendigitalisasi koleksi buku langka mereka dalam waktu dekat. Implementasi ini menjadi contoh konkret penerapan teknologi dalam membuka akses terhadap arsip yang sebelumnya terbatas.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore