Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 16.59 WIB

Ini 10 Poin Syarat Perdamaian yang Diajukan Iran ke AS, Dari Nuklir hingga Selat Hormuz

Ilustrasi Iran kembali luncurkan serangan rudal terbaru. (Euronews) - Image

Ilustrasi Iran kembali luncurkan serangan rudal terbaru. (Euronews)

JawaPos.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menunda serangan terhadap Iran selama dua pekan membuka babak baru diplomasi panas di Timur Tengah.

Di balik langkah tersebut, terungkap adanya proposal perdamaian 10 poin dari Iran yang menjadi dasar negosiasi kedua negara.

Trump sebelumnya menyatakan akan menahan serangan terhadap infrastruktur vital Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, dengan syarat Selat Hormuz dibuka kembali secara aman dan segera.

Ia mengaku menerima proposal dari Iran yang disebut sebagai 'dasar yang bisa dikerjakan' untuk negosiasi.

Namun, sehari sebelumnya Trump juga menilai dokumen tersebut 'signifikan, tapi belum cukup baik'.

Isi 10 Poin Proposal Iran

Meski belum ada versi resmi yang dipublikasikan secara penuh, ringkasan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengungkap isi utama proposal tersebut. Berikut poin-poin yang diajukan Teheran:

1. AS harus berkomitmen menjamin tidak melakukan agresi.
2. Iran tetap mengontrol Selat Hormuz.
3. Pengakuan hak Iran memperkaya uranium untuk program nuklir.
4. Pencabutan seluruh sanksi utama terhadap Iran.
5. Penghapusan sanksi sekunder terhadap pihak asing yang bekerja sama dengan Iran.
6. Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.
7. Pengakhiran resolusi Badan Energi Atom Internasional terkait program nuklir Iran.
8. Pembayaran kompensasi kepada Iran atas kerusakan akibat perang.
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah.
10. Gencatan senjata di semua front, termasuk konflik Israel–Hizbullah di Lebanon.

Banyak 'Red Line' bagi Washington

Sejumlah poin dalam proposal tersebut dinilai menjadi 'non-starter' atau sulit diterima oleh Washington. Salah satunya adalah tuntutan kompensasi perang.

Trump selama ini dikenal mengkritik kebijakan Barack Obama yang pernah mencairkan dana Iran dalam kesepakatan nuklir 2015.

Karena itu, kemungkinan AS menyetujui pembayaran kompensasi dinilai sangat kecil.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore