Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 16.47 WIB

Paus Leo XIV Kecam Ancaman Trump Hancurkan Peradaban Iran: ‘Sungguh Tak Dapat Diterima’

Paus Leo XIV kecam ancaman Trump terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. Foto: (AP News) - Image

Paus Leo XIV kecam ancaman Trump terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. Foto: (AP News)

JawaPos.com — Ketegangan geopolitik global masih panas setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ancaman keras terhadap Iran, yang secara langsung memicu kecaman dari Paus Leo XIV. 

Paus menilai ancaman yang menyasar keseluruhan peradaban Iran tersebut sebagai tindakan yang “benar-benar tidak dapat diterima” dan berpotensi memperburuk konflik yang telah menimbulkan instabilitas luas di Timur Tengah.

Pernyataan keras Paus disampaikan saat ia meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, Italia, pada Selasa (7/4), waktu setempat. Dalam kritiknya, Paus menekankan bahwa retorika semacam itu melampaui batas norma diplomasi internasional dan prinsip kemanusiaan universal.

Dilansir dari AP News, Rabu (8/4), ancaman Trump menegaskan bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Iran gagal memenuhi tenggat waktu terbaru untuk mencapai kesepakatan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini menempatkan ancaman di tingkat retorika yang paling ekstrem dalam dinamika konflik saat ini.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ia menyampaikan, “Hari ini, seperti yang kita semua ketahui, ada ancaman terhadap seluruh rakyat Iran. Ini benar-benar tidak dapat diterima.” 

Selain itu, Paus Leo mengingatkan kembali seruannya pada perayaan Paskah, menekankan penolakan terhadap perang yang dianggap “tidak adil, terus meningkat, dan tidak menyelesaikan apa pun.” Ia menilai eskalasi konflik hanya menambah risiko korban sipil dan memperkuat ketegangan global.

Paus mengajak masyarakat internasional, terutama warga AS, untuk menekan pemimpin politik dan anggota kongres menolak perang serta mendorong dialog damai. ‘Serangan terhadap infrastruktur sipil bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan tanda kebencian, perpecahan, serta kehancuran yang mampu diciptakan manusia,” ujarnya.

Paus Leo juga menyoroti krisis global yang saling terkait, mulai dari ketidakstabilan ekonomi hingga krisis energi, yang diperparah oleh konflik Timur Tengah. Ia menekankan bahwa situasi ini memicu kebencian yang meluas di berbagai belahan dunia, sehingga solusi damai harus menjadi prioritas utama.

Sebagai konsekuensi, Paus menegaskan perlunya para pemimpin dunia kembali ke meja perundingan. Ia menegaskan, “Mari kembali ke meja perundingan, mari berbicara, mencari solusi secara damai, dan mengingat anak-anak yang tidak bersalah, para lansia, orang sakit, serta begitu banyak orang yang telah atau akan menjadi korban dari perang yang terus berlangsung ini.”

Sikap Paus kali ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Vatikan. Sebelumnya, ia kerap menyampaikan seruan damai secara umum tanpa menyebut pihak tertentu. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, nada kritiknya semakin tegas, bahkan sempat menyebut Trump secara langsung sebagai pihak yang diharapkan “benar-benar mencari jalan keluar.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore