
Tesla Robotaxi dengan sistem kendali jarak jauh yang siap dioperasikan oleh operator manusia dalam kondisi darurat. (Foto: Wired)
JawaPos.com — Ambisi industri kendaraan otonom kembali diuji setelah Tesla mengakui bahwa sebagian robotaxi mereka dalam kondisi tertentu masih dapat dikendalikan manusia dari jarak jauh. Pengakuan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap teknologi yang selama ini dipromosikan sebagai sepenuhnya mandiri.
Pengungkapan tersebut berawal dari investigasi yang dipimpin Senator Amerika Serikat Ed Markey, yang meminta klarifikasi dari sejumlah perusahaan pengembang kendaraan otonom. Respons dari tujuh perusahaan, termasuk Tesla, Zoox milik Amazon, serta Nuro yang didukung Uber dan Nvidia, membuka sisi “manusia” dalam sistem yang diklaim otomatis.
Melansir Wired, Rabu (1/4/2026), seluruh perusahaan mengonfirmasi penggunaan “remote assistance”, yakni operator manusia yang membantu kendaraan saat sistem mengalami kebingungan atau kondisi darurat. Namun, praktik ini dinilai belum sepenuhnya transparan. Markey menegaskan, “Setiap perusahaan kendaraan otonom menolak mengungkapkan seberapa sering kendaraan mereka membutuhkan bantuan—menyembunyikan informasi penting dari publik tentang tingkat otonomi sebenarnya.”
Lebih lanjut, dia menambahkan, “Informasi ini sangat penting bagi pembuat kebijakan, regulator, dan masyarakat untuk memahami potensi risiko keselamatan.” Pernyataan ini memperkuat dorongan agar regulator federal Amerika Serikat melakukan investigasi lebih dalam terhadap program bantuan jarak jauh tersebut.
Namun demikian, Tesla menjadi pengecualian signifikan dalam praktik industri. Berbeda dengan pemain lain seperti Waymo yang hanya memberikan rekomendasi kepada sistem, Tesla mengizinkan operator manusia mengambil alih kendali secara langsung dalam kondisi tertentu.
Direktur kebijakan publik Tesla, Karen Steakley, menjelaskan dalam surat resminya, “Dalam kondisi yang jarang terjadi, operator bantuan jarak jauh dapat mengambil alih kendali kendaraan untuk sementara sebagai langkah terakhir ketika semua intervensi lain tidak berhasil.” Dia menambahkan, “Fitur ini memungkinkan kendaraan segera dipindahkan dari situasi yang berpotensi berbahaya.”
Secara teknis, operator Tesla dapat mengendalikan kendaraan hingga kecepatan maksimum 10 mph atau sekitar 16 km/jam, sementara intervensi langsung umumnya terjadi pada kecepatan sangat rendah. Tesla menyebut langkah ini sebagai bagian dari sistem keamanan tambahan, bukan operasi normal.
Di sisi lain, pendekatan ini menuai kritik. Seorang insinyur kendaraan otonom mengatakan kepada Wired, “Kemampuan mengemudi tanpa berada di dalam mobil hanya seandal koneksi internet yang menghubungkannya.” Keterlambatan jaringan, meski hanya milidetik, dapat memperlambat respons dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kritik serupa datang dari akademisi. Missy Cummings dari George Mason University menilai perusahaan cenderung menutup informasi ini. “Perusahaan tidak ingin memberikan angka tersebut, karena akan memperjelas betapa sistem ini sebenarnya belum sepenuhnya mampu,” ujarnya. Menurutnya, jika publik mengetahui frekuensi intervensi, “akan terlihat jelas bahwa kendaraan otonom sejati masih jauh dari kenyataan.”
Sementara itu, CEO Aurora, Chris Urmson, mengingatkan pentingnya kemandirian sistem. “Ketika kendaraan melaju di jalan, sistem harus mampu beroperasi dengan aman, baik dengan maupun tanpa dukungan manusia jarak jauh,” katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
