
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyampaikan klaim Hizbullah bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan pasukan UNIFIL di Lebanon selatan, di depan Dewan Keamanan PBB (Global News)
JawaPos.com - Di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel, pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) menghadapi risiko serius akibat serangan yang menargetkan posisi mereka.
Investigasi awal menyebutkan dua dari tiga personel UNIFIL tewas akibat bom pinggir jalan, sementara satu personel lainnya meninggal setelah sebuah proyektil menghantam pos mereka di Lebanon selatan. Israel mengklaim kelompok bersenjata non-negara, diduga Hizbullah, bertanggung jawab atas insiden ini.
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu malam ketika proyektil menghantam basis UNIFIL di dekat Aitaroun. Dua personel terluka parah; satu meninggal di lokasi dan satu lainnya diterbangkan ke Beirut untuk operasi.
Dilansir dari Global News, Rabu (1/4/2026), insiden berlanjut keesokan harinya di Bani Hayan, ketika ledakan menghantam kendaraan konvoi, menewaskan dua personel UNIFIL dan melukai dua lainnya. Semua korban yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit.
Seorang pejabat UNIFIL menyatakan, "Kami melihat tingkat kekerasan yang sangat tinggi terjadi di dekat posisi-posisi PBB saat ini. Proyektil diluncurkan bolak-balik antara Pasukan Pertahanan Israel dan aktor non-negara, yang diduga Hizbullah, serta terjadi baku tembak di sekitar posisi kami."
Seiring dengan meningkatnya ancaman ini, UNIFIL menegaskan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan pasukan perdamaian, termasuk dari risiko insiden tempur yang tidak disengaja.
Selain itu, Israel mengklaim bahwa perangkat peledak di Bani Hayan berasal dari Hizbullah. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan, "Dalam insiden yang terjadi kemarin di dekat Bani Hayan, pasukan UNIFIL terkena perangkat peledak Hizbullah. Juga dalam insiden dekat Adaisseh al-Qusayr, di mana tentara UNIFIL tewas, IDF tidak menembak sama sekali. Hizbullah lah yang berada di balik insiden ini."
Lebih jauh, Israel menambahkan bahwa sejak 2 Maret, Hizbullah telah meluncurkan lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone yang menargetkan warga sipil Israel, dengan peluncuran dari infrastruktur sipil dekat posisi UNIFIL.
Sebelumnya, pihak Israel telah mengirim surat resmi kepada UNIFIL pada 22 Maret, memperingatkan bahwa aktivitas Hizbullah di sekitar posisi PBB membahayakan keselamatan personel.
Sementara itu, UNIFIL menegaskan investigasi masih berlangsung. "Dua personel tewas akibat bom pinggir jalan yang kemungkinan besar merupakan IED (alat peledak rakitan), sementara insiden pertama disebabkan oleh proyektil yang menghantam posisi personel Indonesia. Pada akhir investigasi, kami akan menyampaikan hasilnya dan jika ada pihak yang terbukti bertanggung jawab, kami akan mengajukan protes resmi," ujar perwakilan UNIFIL.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022