
Personel United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melintas di dekat pos militer Lebanon di Naqoura, Lebanon selatan, 27 Maret (Al Jazeera)
JawaPos.com - Dua personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali tewas dalam insiden ledakan di Lebanon Selatan. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari kalangan pasukan internasional dalam sepekan terakhir menjadi sedikitnya tiga orang.
Eskalasi konflik di kawasan tersebut terus memburuk. Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari rangkaian serangan mematikan terhadap personelnya.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (30/3), di dekat desa Bani Hayyan, ketika sebuah ledakan dengan sumber yang belum diketahui menghancurkan kendaraan yang ditumpangi personel UNIFIL. Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyebut dua personel tewas di lokasi, sementara satu lainnya mengalami luka parah dan satu personel lain mengalami luka.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (31/3/2026), insiden ini menambah daftar korban penjaga perdamaian PBB dalam sepekan terakhir, di tengah meningkatnya kekerasan sejak Israel memperluas invasi darat ke Lebanon Selatan.
Selain itu, UNIFIL menegaskan risiko serius yang dihadapi pasukannya di lapangan. "Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat menjalankan misi perdamaian," demikian pernyataan resmi yang disampaikan organisasi tersebut.
Serangan Terpisah dan Korban dari Indonesia
Sebelumnya, pada Minggu, satu personel penjaga perdamaian tewas dalam insiden terpisah ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL di dekat desa Aadshit al-Qusayr. UNIFIL menyatakan bahwa asal proyektil tersebut belum dapat dipastikan dan penyelidikan sedang berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Indonesia kemudian mengonfirmasi bahwa korban tewas dalam insiden tersebut merupakan warga negara Indonesia. Selain itu, tiga personel Indonesia lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang disebut sebagai "tembakan artileri tidak langsung."
Dalam pernyataan resminya, pemerintah Indonesia menyatakan, "Indonesia mengutuk keras insiden ini dan menyerukan investigasi yang menyeluruh dan transparan." Pemerintah juga menegaskan bahwa Indonesia "mengecam serangan Israel di Lebanon Selatan dan mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, serta kembali ke jalur dialog dan diplomasi."
Invasi Israel Kian Mendalam dan Korban Sipil Meningkat

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
