
Kapal kargo berlayar di Teluk dekat Selat Hormuz. Iran menyatakan jalur vital energi itu terbuka bagi negara-negara sahabat mereka. (The Guardian)
JawaPos.com - Meski ditutup, Iran telah mengizinkan lagi 20 kapal berbendera Pakistan untuk berlayar melintasi Selat Hormuz dengan aman. Ihwal adanya hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar.
"Saya hendak mengumumkan kabar baik bahwa pemerintah Iran telah mengizinkan 20 lagi kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz," kata Ishaq Dar melalui media sosial X, dilansir dari Antara, MInggu (29/3).
"Dua kapal akan melintasi selat tersebut setiap harinya," ucap dia, melanjutkan.
Ishaq mengatakan keputusan Iran itu merupakan langkah penting yang akan menguatkan upaya bersama dalam mewujudkan perdamaian di kawasan.
Pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah.
Akibat ketegangan tersebut, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, berhenti total.
Dampaknya, banyak negara mengalami kenaikan harga bahan bakar.
