
ILUSTRASI. Kapal tanker Pertamina. (dok PIS)
JawaPos.com – Nasib dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz saat perang antara Iran dengan AS dan Israel mulai menemui titik terang.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tersebut dapat melintas dengan aman dan keluar dari Selat Hormuz.
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl di Jakarta, Jumat sebagaimana dilansir dari Antara.
Dengan adanya respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional.
Meski demikian, kata Nabyl belum ada kepastian kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.
Sebelumnya pada 4 Maret lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.
Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia. Sebab Indonesia lekas mencari alternatif pengadaan energi ke negara lain.
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Santo Darmosumarto pada 6 Maret lalu juga menjelaskan bahwa pemerintah RI terus meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker Pertamina tersebut.
Baca Juga:Berkat Komunikasi Menlu Sihasak Phuangketkeow, Kapal Tanker Minyak Thailand Lolos Lewat Selat Hormuz
Di sisi lain, Menlu Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara, kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang lewat.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
