
Ilustrasi: Awak kapal asal Indonesia terjatuh dari kapal di peraian pulau Dokdo, pulau paling timur di Korea Selatan.
JawaPos.com - Seorang awak kapal Indonesia hilang di dekat pulau Dokdo, pulau paling timur di Korea Selatan, awal pekan ini. Untuk mencarinya, penjaga Pantai Korea Selatan dan Jepang, Sabtu (28/3), melanjutkan operasi penyelamatan bersama.
Dilansir dari Antara pada Minggu (29/3), awak kapal berusia sekitar 20-an tahun yang berada di kapal penangkap ikan itu jatuh ke laut sekitar 195 kilometer timur laut Dokdo sekitar pukul 11:15 pagi pada Jumat (27/3).
Bersama dengan kapal Korea Selatan berbobot 5.000 ton dan kapal Jepang berbobot 1.250 ton, sebuah kapal penangkap ikan sipil juga bergabung dalam operasi pencarian yang dilanjutkan setelah matahari tersebut.
Baca Juga:Di Tengah Perang yang Kian Memanas, Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
Seorang pejabat Penjaga Pantai berjanji untuk melakukan pencarian tanpa hambatan, menambahkan bahwa kedua pihak bekerja sama dan melakukan yang terbaik untuk menemukan awak kapal yang hilang di perairan antara kedua negara.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
