
Roket Artemis II milik NASA saat matahari terbit, menandai percepatan misi Artemis menjadi dua kali setahun. (The New York Times)
JawaPos.com — NASA mempertegas arah baru eksplorasi antariksa dengan mempercepat pembangunan basis di Bulan dan pengembangan misi ke Mars berbasis tenaga nuklir. Strategi ini mencerminkan pergeseran dari eksplorasi simbolik menuju upaya membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di luar Bumi dalam satu dekade ke depan.
Lebih dari sekadar agenda teknologi, kebijakan ini juga memuat dimensi strategis yang lebih luas, yakni membangun kembali kepercayaan publik terhadap misi antariksa sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat dalam kompetisi global. Administrator NASA, Jared Isaacman, menilai fase ini sebagai momentum krusial bagi transformasi lembaga tersebut.
Dilansir dari The New York Times, Jumat (27/3/2026), NASA secara resmi memasukkan pembangunan pangkalan di Bulan ke dalam peta jalan terbarunya setelah bertahun-tahun berada pada tahap konseptual. Dalam peluncuran program bertajuk “Ignition”, Isaacman menegaskan, “Kami menyebut acara hari ini sebagai Ignition karena ini merepresentasikan awal dari perjalanan transformatif bagi NASA.”
Selanjutnya, NASA juga menetapkan target ambisius untuk meluncurkan wahana antariksa bertenaga nuklir menuju Mars sebelum akhir 2028. Teknologi ini dipandang sebagai terobosan penting untuk memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan kapasitas misi eksplorasi ke planet merah.
Seiring dengan itu, percepatan juga dilakukan pada program Artemis, yakni program pengembalian manusia ke Bulan. Jika sebelumnya misi dilakukan dalam interval beberapa tahun, NASA menargetkan frekuensi meningkat menjadi dua kali dalam setahun setelah Artemis V yang dijadwalkan pada 2028. Perubahan ritme ini menunjukkan pendekatan yang lebih agresif dan sistematis dalam eksplorasi.
Tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, NASA juga membuka peluang bagi perusahaan komersial untuk mengambil peran lebih besar. Lembaga ini mengundang proposal untuk menggantikan sistem roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, dengan rencana menunjuk setidaknya dua perusahaan sebagai mitra strategis dalam misi ke Bulan.
Dalam implementasinya, pembangunan basis Bulan dirancang melalui tiga tahap utama. Tahap awal berfokus pada misi robotik dan pengembangan sistem pendukung seperti komunikasi serta instrumen ilmiah. Tahap kedua menghadirkan infrastruktur semi-huni yang memungkinkan kunjungan rutin astronot, sementara tahap akhir menargetkan kehadiran manusia secara permanen.
Isaacman menekankan bahwa proyek ini membutuhkan investasi besar dan waktu yang tidak singkat. “Basis Bulan tidak akan muncul dalam semalam. Kami akan menginvestasikan sekitar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 338,6 triliun dengan kurs Rp 16.930 per dolar AS) dalam tujuh tahun ke depan dan membangunnya melalui puluhan misi,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
