Robot humanoid “José” di Bandara Internasional San José Mineta, Silicon Valley, yang diuji untuk membantu layanan penumpang. (Business Insider)
JawaPos.com — Bandara di jantung Silicon Valley kembali menegaskan perannya sebagai laboratorium inovasi global. Di tengah tekanan operasional yang melanda industri penerbangan Amerika Serikat, Bandara Internasional San José Mineta mulai menguji solusi berbasis kecerdasan buatan melalui robot humanoid bernama “José” untuk membantu penumpang.
Langkah ini tidak berdiri sendiri, melainkan mencerminkan pergeseran strategis dalam industri transportasi udara. Otomatisasi kini diposisikan sebagai respons langsung terhadap gangguan sistemik, terutama kekurangan tenaga kerja dan lonjakan volume perjalanan yang semakin sulit ditangani dengan pendekatan konvensional.
Dilansir dari Business Insider, Rabu (25/3/2026), bandara tersebut memulai uji coba robot AI “José” untuk membantu penumpang di tengah kekacauan perjalanan yang terjadi di berbagai bandara Amerika Serikat. Uji coba dimulai pada Selasa, bertepatan dengan terganggunya operasional akibat sebagian petugas keamanan tidak masuk kerja selama penutupan sebagian pemerintahan.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, robot ini dikembangkan oleh perusahaan rintisan Silicon Valley, IntBot, dengan fungsi utama menyapa penumpang, menjawab pertanyaan, serta memberikan pembaruan informasi secara waktu nyata. Selain itu, José dirancang mampu bergerak secara otonom di terminal yang padat, sehingga dapat berinteraksi langsung dengan penumpang tanpa intervensi manusia.
Dalam komunikasi internal yang mengumumkan program tersebut, José bahkan disebut sebagai “karyawan terbaru” bandara yang akan “menjalankan gerbangnya sendiri secara mandiri.” Penyebutan ini menegaskan perubahan cara pandang terhadap teknologi, dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari sistem operasional.
Direktur Penerbangan San José Mineta, Mookie Patel, menegaskan nilai strategis uji coba ini. Dia menyatakan, “Dengan menguji coba IntBot, kami mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan dapat meningkatkan pengalaman penumpang sekaligus memperkuat peran SJC sebagai gerbang menuju Silicon Valley.”
Momentum peluncuran dinilai krusial. Bandara-bandara di seluruh Amerika Serikat tengah menghadapi antrean panjang dan gangguan operasional, yang sebagian dipicu oleh absennya petugas Transportation Security Administration (TSA) akibat tidak menerima gaji selama periode penutupan pemerintah. Situasi ini memperparah tekanan pada sistem yang sudah terbebani oleh musim liburan musim semi.
Dalam konteks tersebut, kehadiran José mencerminkan dorongan yang semakin luas menuju otomatisasi layanan publik di sektor transportasi udara. Uji coba selama empat bulan di Terminal B akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja kecerdasan buatan multimodal yang menggabungkan penglihatan, audio, dan pemrosesan bahasa dalam kondisi operasional nyata.
Seiring dengan meningkatnya tekanan operasional, langkah ini menunjukkan bagaimana bandara mulai beradaptasi dengan kompleksitas baru dalam manajemen penumpang. Integrasi teknologi tidak lagi bersifat tambahan, melainkan berkembang menjadi fondasi dalam menjaga kelancaran layanan di tengah ketidakpastian tenaga kerja.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
