
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (IG)
Kantor Perdana Menteri Israel menepis kabar tewasnya Benjamin Netanyahu. Mengutip turkiyetoday.com, seorang koresponden dari Anadolu Agency menanyakan kepada kantor tersebut apakah ada pernyataan terkait meningkatnya klaim di media sosial yang menyebut bahwa “Netanyahu telah dibunuh".
“Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja,” jawab kantor tersebut.
Baca Juga:H-7 Lebaran Arus Mudik Jawa–Sumatera Naik Tajam, Penumpang di Pelabuhan Merak Tembus 72 Ribu Orang
Rumor tersebut semakin menguat setelah muncul laporan bahwa Netanyahu tidak menghadiri pertemuan Dewan Perang yang digelar di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran pada hari Sabtu.
Selain itu, klaim tersebut semakin menyebar setelah Tasnim News Agency dari Iran melaporkan adanya unggahan media sosial yang belum terverifikasi yang menuduh Iran telah menyerang kediaman Netanyahu.
Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa serangan itu menewaskan saudaranya dan melukai Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.
Media tersebut juga mengutip komentar serupa dari Scott Ritter, mantan perwira intelijen Amerika Serikat dan mantan inspektur senjata PBB.
Selain itu, video yang diduga dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) turut mempercepat penyebaran rumor. Spekulasi meningkat setelah pengguna media sosial meneliti sebuah video terbaru Netanyahu dan mengklaim bahwa ia terlihat memiliki enam jari.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta beberapa wilayah lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. Iran menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan pada “aset militer AS.”
Tiga rudal Iran juga dilaporkan berhasil dicegat setelah memasuki wilayah udara Turki sejak 28 Februari. Namun, pemerintah Iran membantah bahwa rudal yang menuju Turki, Azerbaijan, dan Siprus Yunani tersebut diluncurkan oleh pihaknya.
Sementara itu, putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada pekan lalu.
