Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 18.08 WIB

Iran Tetap Kirim 1,25 Juta Barel Minyak ke Tiongkok per Hari di Tengah Krisis Selat Hormuz, AS Makin Tertekan

Ilustrasi Selat Hormuz. (Better World Campaign). - Image

Ilustrasi Selat Hormuz. (Better World Campaign).

JawaPos.com - Di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk Persia, Iran ternyata masih mampu menjaga aliran ekspor minyaknya ke Tiongkok. Data terbaru menunjukkan pasokan energi dari Teheran tetap mengalir deras meski konflik membuat jalur pelayaran global terguncang dan harga minyak melonjak.

Berdasarkan data pelacakan tanker dari Kpler, Iran pada Maret masih memuat sekitar 1,5 juta barel minyak mentah per hari, sementara sekitar 1,25 juta barel per hari di antaranya dikirim ke Tiongkok. Angka ini menunjukkan bahwa 'jalur kehidupan' ekspor minyak Iran belum terputus meskipun krisis maritim di kawasan semakin meluas.

Situasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan militer Iran di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia. Konflik yang pecah sejak 28 Februari telah memicu gangguan besar terhadap pelayaran internasional dan mengguncang pasar energi global.

Mengutip laman Iran International, alih-alih menghentikan ekspor, Iran justru menjalankan strategi ganda: tetap mengekspor minyak, terutama ke Tiongkok, sambil meningkatkan tekanan militer di jalur pelayaran utama dunia.

Selat Hormuz Berubah Jadi Zona Perang

Selat Hormuz yang terletak di lepas pantai selatan Iran merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global. Dalam kondisi normal, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati perairan ini.

Namun sejak konflik meletus, jalur tersebut praktis berubah menjadi kawasan berbahaya. Sedikitnya 16 kapal komersial dilaporkan terkena serangan atau insiden di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Persia, menurut perhitungan Reuters. Kapal yang terdampak meliputi tanker minyak, kapal curah, hingga kapal kontainer.

Serangan tersebut memicu evakuasi awak kapal, penghentian operasi pelabuhan di beberapa wilayah Irak, serta membuat perusahaan asuransi dan operator kapal mempertimbangkan ulang perjalanan melalui jalur tersebut.

Pasukan Garda Revolusi Iran bahkan memperingatkan bahwa kapal yang melintas di Selat Hormuz dapat menjadi target serangan, memperkuat kekhawatiran bahwa jalur ini kini digunakan sebagai alat tekanan dalam konflik yang lebih luas.

Cadangan Minyak Darurat Dunia Dibuka

Gangguan pasokan energi akibat konflik memaksa negara-negara konsumen utama mengambil langkah luar biasa. Badan Energi Internasional (IEA) bersama sejumlah negara memutuskan melepas 400 juta barel minyak dari cadangan strategis.

Langkah ini menjadi intervensi terbesar dalam sejarah IEA untuk menstabilkan pasar energi global.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pelepasan cadangan tersebut sudah memberikan dampak kuat terhadap pasar, dengan tujuan meredam gangguan pasokan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern.

IEA memperkirakan pasokan minyak global bisa turun hingga 8 juta barel per hari pada Maret, seiring berkurangnya produksi di Timur Tengah dan melambatnya pengiriman melalui Selat Hormuz.

Namun demikian, meski cadangan darurat dilepas, pasar energi masih belum stabil. Harga minyak sempat melonjak di atas 100 dolar AS per barel pekan ini dan masih berfluktuasi tajam.

Para analis menilai masalah utama bukan hanya ketersediaan minyak, tetapi kesulitan mengirimkannya secara aman melalui jalur laut yang telah dimiliterisasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore