
Ilustrasi Selat Hormuz, yang memainkan peran penting dalam perang di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel. (Naeblys-stock.adobe.co via Iloydslist)
JawaPos.com-Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf menilai Selat Hormuz tidak akan aman dilalui selama perang antara Iran dan AS-Israel masih berlangsung.
"Selama perang Iran melawan Amerika dan Israel terus berlangsung, maka Selat Hormuz tidak aman untuk dilewati," kata Faisal seperti dilansir dari Antara, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan Iran telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan menolak gagasan gencatan senjata dan memilih melanjutkan perang hingga pihak yang disebut Iran sebagai agresor diberi "pelajaran".
"Iran sudah menyaratkan negara-negara memiliki hubungan diplomatik dengan Amerika dan Israel untuk mengusir duta besar kedua negara itu dari negara mereka [Iran]," kata Faisal, menambahkan.
Eskalasi konflik di kawasan tersebut turut berdampak pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang setiap hari dilalui kapal-kapal pengangkut sekitar 20 juta barel minyak. Sejumlah kapal kargo yang tetap melintas dilaporkan terkena hantaman proyektil yang tidak diketahui asalnya.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran juga menegaskan akan menghentikan armada AS dan sekutunya jika melintasi Selat Hormuz, termasuk untuk pengawalan, dengan menggunakan rudal dan kapal selam.
Faisal menambahkan gangguan keamanan di Selat Hormuz menyebabkan aktivitas pelayaran merosot hingga sekitar 90 persen, yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. "Saat ini, saban hari hanya dua hingga tiga kapal melintasi Selat Hormuz, dibandingkan pada kondisi normal yang mencapai sekitar seratus kapal," katanya.
Gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz baru-baru ini memicu kekhawatiran akan potensi efek domino terhadap pasar energi, transportasi laut, dan rantai pasokan global, kata Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) pada Selasa.
Dalam laporan analisisnya, UNCTAD menyebutkan eskalasi militer di kawasan tersebut telah mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar seperempat perdagangan minyak global melalui laut serta volume signifikan gas alam cair dan pupuk.
Laporan itu juga mencatat pasar minyak bereaksi cepat terhadap gangguan tersebut. Harga minyak mentah Brent melonjak di atas 90 dolar AS per barel sesaat setelah kejadian. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
