Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Maret 2026, 23.49 WIB

AS-Israel Serang Kilang Minyak Iran di Teheran, Iran Balas Hantam Fasilitas Energi Haifa

Serangan udara Israel menyerang infrastruktur energi Iran. (Al-Jazeera) - Image

Serangan udara Israel menyerang infrastruktur energi Iran. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com–Serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS) ke Iran kini menyasar sektor energi. Pesawat tempur Israel dilaporkan menghantam depot penyimpanan minyak dan fasilitas kilang di ibu kota Teheran pada Sabtu (7/3) malam, menandai eskalasi baru dalam konflik yang memanas sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akhir Februari.

Media penyiaran publik Israel melaporkan bahwa Angkatan Udara Israel menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan minyak dan kilang di wilayah Teheran. Serangan ini disebut sebagai pertama kalinya fasilitas energi Iran menjadi sasaran sejak operasi militer besar terhadap Iran dimulai pekan lalu bersama Amerika Serikat.

Militer Israel dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa mereka memulai gelombang baru serangan yang menargetkan infrastruktur strategis Iran di ibu kota. Sumber militer Israel yang dikutip The Jerusalem Post menyebutkan bahwa target yang diserang merupakan sumber daya minyak penting di kawasan Teheran.

Menurut sumber tersebut, fasilitas minyak yang dihantam memiliki keterkaitan langsung dengan kompleks industri militer Iran. Penekanan pada aspek militer ini disebut untuk menegaskan bahwa serangan ditujukan pada kemampuan pertahanan Iran, bukan semata-mata pada kekuatan ekonominya.

Ledakan dilaporkan terdengar di berbagai wilayah Teheran setelah serangan terjadi. Kantor berita semi resmi Iran Mehr News Agency menyebutkan, beberapa dentuman keras mengguncang ibu kota tak lama setelah serangan udara dilancarkan.

Serangan tersebut langsung memicu aksi balasan dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa kilang minyak di kota Haifa, Israel, menjadi sasaran serangan rudal sebagai respons atas serangan terhadap kilang Teheran. Informasi ini disampaikan melalui kantor berita Fars yang dekat dengan IRGC.

Konflik di kawasan Timur Tengah

meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.

Sejak saat itu, Iran melakukan serangan balasan dalam skala luas dengan meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta personel militer di berbagai wilayah Timur Tengah.

Beberapa kota di Israel juga menjadi sasaran serangan tersebut. Menurut laporan kelompok oposisi Iran, hingga 30 lokasi diduga menjadi target serangan terbaru Israel.

Serangan terhadap sektor minyak ini dinilai membuka front baru dalam konflik setelah sebelumnya Israel menargetkan sistem pertahanan udara, fasilitas rudal balistik, rantai pasokan persenjataan, hingga tokoh-tokoh penting dalam kepemimpinan Iran.

Para pejabat Israel sebelumnya juga menyatakan bahwa IRGC dalam beberapa tahun terakhir semakin memperluas kendalinya atas sektor ekonomi Iran, terutama industri minyak. Hal ini menjadikan fasilitas energi sebagai target strategis dalam upaya melemahkan kekuatan rezim di Teheran.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore