
Asap membubung dari Bandara Mehrabad di Teheran setelah serangan udara Israel menggunakan puluhan jet tempur. Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran secara terbuka menolak tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Teheran menyerah tanpa syarat dalam perang yang kini memasuki hari kedelapan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa tuntutan tersebut tidak realistis dan menyebutnya sebagai “mimpi”.
Konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta Amerika Serikat itu kini meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk. Serangan rudal dan drone dilaporkan terjadi di sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional serta dampaknya terhadap pasokan energi global dan jalur penerbangan internasional.
Melansir The Guardian, Minggu (8/3/2026), dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menolak keras tuntutan Washington yang meminta Iran menyerah tanpa syarat sebagai jalan mengakhiri perang.
Baca Juga:Israel Bom Kilang Minyak Teheran, Ledakan dan Kobaran Api Raksasa Membubung di Langit Ibu Kota Iran
Dalam pidato tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan eksternal. Ia menyatakan dengan tegas bahwa tuntutan tersebut tidak akan pernah dipenuhi oleh rakyat Iran.
“Musuh-musuh Iran harus membawa mimpi tentang penyerahan tanpa syarat rakyat Iran itu ke dalam kubur mereka,” kata Pezeshkian dalam pidatonya.
Permintaan Maaf Iran kepada Negara Teluk
Dalam pidato yang sama, Pezeshkian juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang terdampak serangan Iran selama konflik berlangsung. Pernyataan tersebut dinilai sebagai langkah yang jarang dilakukan oleh pemimpin Iran dalam situasi konflik militer.
“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak oleh tindakan Iran,” ujar Pezeshkian.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah negara Arab Teluk melaporkan serangan rudal dan drone dalam sepekan terakhir, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. Banyak dari negara tersebut diketahui menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pezeshkian juga mengatakan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah memutuskan untuk menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangga, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah negara tersebut.
Respons Keras dari Donald Trump
Pernyataan Pezeshkian segera mendapat respons keras dari Presiden Donald Trump. Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump memperingatkan bahwa Iran dapat menghadapi kehancuran total jika tidak memenuhi tuntutan Amerika Serikat.
Trump menegaskan bahwa perang hanya dapat dihentikan jika Iran memenuhi tuntutan Washington untuk menyerah tanpa syarat. Ia juga memperingatkan bahwa penolakan Teheran akan memicu eskalasi militer yang lebih keras.
Dalam pernyataannya, Trump menulis bahwa jika Iran tidak menyerah, negara itu “akan dihantam oleh serangan yang sangat keras”.
