
Rudal Khorramshahr-4 milik Iran mampu menyebarkan bom saat diluncurkan. (Iranian Defence Ministry).
JawaPos.com - Serangan AS-Israel terhadap Iran di tengah perundingan tentang isu nuklir membuat sikap negara-negara Eropa terbelah. Hal ini menjadi dinamis di tengah tekanan Amerika Serikat, agar sekutunya mendukung operasi militer tersebut.
Sejumlah anggota Uni Eropa (UE) dan Inggris menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan deeskalasi. Namun, mereka belum memiliki strategi terpadu, ketika krisis di Timur Tengah semakin dalam dan berpotensi berdampak global.
Trump secara terbuka mengkritik keraguan sejumlah pemerintah Eropa dan menyindir Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, setelah London menolak mendukung serangan tersebut.
UE dorong diplomasi
UE menyerukan pengendalian diri dan peningkatan upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah serta memperingatkan bahwa perang berkepanjangan dapat menimbulkan konsekuensi global serius.
Para menteri luar negeri (menlu) UE menggelar konferensi darurat melalui video setelah pecahnya permusuhan untuk menilai situasi di Iran dan kawasan sekitarnya. Dalam pernyataan bersama, blok tersebut menyatakan "keprihatinan mendalam" dan menyerukan pengendalian diri maksimal dari semua pihak.
Juru bicara Komisi Eropa mengatakan UE akan terus mendukung solusi diplomatik untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Blok tersebut juga menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan menghormati hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas memperingatkan krisis yang meningkat mencerminkan kian lemahnya penghormatan terhadap hukum internasional.
"Tanpa memulihkan hukum internasional dan akuntabilitas, kita akan terus menyaksikan pelanggaran hukum, gangguan, dan kekacauan," katanya.
Inggris ambil sikap hati-hati
Inggris mengadopsi pendekatan hati-hati dengan menggabungkan kritik terhadap Iran dan seruan diplomasi.
Starmer membela keputusan untuk tidak ikut serta dalam serangan tersebut dengan mengatakan solusi terbaik adalah "kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran, di mana mereka melepaskan ambisi nuklirnya."
Inggris sempat membatasi penggunaan pangkalan Diego Garcia oleh AS, tetapi kemudian mengizinkan fasilitas itu digunakan untuk mendukung pertahanan kawasan dan keamanan Israel.
Inggris juga meningkatkan kehadiran militer defensif di kawasan dengan mengerahkan tambahan jet tempur Typhoon ke Qatar.
