
Ilustrasi ketegangan antara Iran dan AS. (Freepik)
JawaPos.com-Perundingan yang berfokus pada program nuklir Iran akan digelar di Muscat, ibu kota Oman, Jumat (6/2), demikian konfirmasi seorang pejabat Gedung Putih kepada kantor berita Turkiye Anadolu, Rabu.
Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim. Konfirmasi dari AS itu muncul setelah sempat timbul ketidakpastian mengenai kelanjutan perundingan akibat penolakan dari pihak Iran.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pada Rabu bahwa perundingan akan berlangsung di Muscat sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Media AS Axios sebelumnya melaporkan bahwa Washington telah memberi tahu Teheran bahwa AS tidak akan menyetujui permintaan untuk mengubah lokasi maupun format perundingan yang dijadwalkan Jumat.
“Kami mengatakan ini atau tidak sama sekali, dan mereka menjawab, ‘Baik, kalau begitu tidak sama sekali,’” tulis Axios mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Iran dan AS akan menggelar perundingan tidak langsung di Muscat dengan fokus pada isu-isu terkait nuklir.
Sebelum Muscat ditetapkan, Istanbul sempat diusulkan sebagai lokasi pertemuan, menyusul peran aktif Turkiye dalam membantu meredakan ketegangan antara kedua negara.
Axios mengutip pejabat tersebut mengatakan bahwa jika Iran bersedia kembali ke format awal perundingan, AS siap bertemu pekan ini atau pekan depan.
Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, mengutip seorang sumber yang menyebut Washington berupaya “mengangkat isu di luar kerangka nuklir, termasuk masalah pertahanan”.
“Permintaan ini tidak hanya tidak terkait dengan berkas nuklir, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan nasional dan kemampuan penangkalan negara, sehingga sama sekali tidak dapat dinegosiasikan,” kata sumber tersebut.
Ia menambahkan bahwa Iran “siap bernegosiasi dalam kerangka yang jelas dan saling menghormati terkait isu nuklir”, namun menilai “desakan tuntutan berlebihan dan pengangkatan isu di luar kesepakatan” menjadi faktor utama potensi kebuntuan.
Oman sebelumnya berperan sebagai mediator dalam berbagai kontak tidak langsung antara kedua pihak.
Rencana perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang dipicu oleh pengerahan militer AS di Teluk Persia dan ancaman aksi militer yang berulang kali disampaikan Presiden AS Donald Trump.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan ketegangan, dengan Turkiye tampil sebagai salah satu pihak yang paling aktif.
IranBaca Juga: Erdogan Tegaskan Diplomasi adalah Solusi untuk Krisis Iran
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022