Bill Gates, salah satu tokoh yang namanya muncul dalam rilis berkas Epstein.
JawaPos.com — Ratusan ribu halaman dokumen yang baru dirilis Pemerintah Amerika Serikat kembali memicu perdebatan tentang jaringan sosial dan jejaring kekuasaan di antara elite global.
Kali ini, perhatian internasional tertuju pada nama Bill Gates, pendiri Microsoft sekaligus filantropis terkemuka dunia, setelah sejumlah catatan pribadi Jeffrey Epstein menyiratkan tuduhan serius tentang kehidupan pribadi Gates yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Dokumen yang dirilis oleh U.S. Department of Justice (DOJ) termasuk ribuan surel yang menunjukkan catatan Epstein tentang Gates, beberapa di antaranya disusun pada Juli 2013.
Melansir The New York Times, Senin (2/2/2026), catatan itu menyiratkan bahwa Gates diduga terlibat dalam hubungan seksual di luar pernikahan—isu yang kemudian dibantah secara kuat oleh wakil Gates Foundation.
Dalam salah satu surel yang ditemukan di arsip, Epstein menulis klaim yang sangat eksplisit tentang kehidupan pribadi Gates. Ia mengaku pernah membantu Gates “mendapatkan obat-obatan … untuk menghadapi konsekuensi dari hubungan seks dengan perempuan Rusia” serta memfasilitasi pertemuan dengan perempuan yang sudah menikah.
Namun perlu ditekankan bahwa surel tersebut dibuat oleh Epstein untuk dirinya sendiri dan tidak menunjukkan bukti bahwa pesan itu pernah dikirim kepada Gates atau bahwa klaim itu benar adanya.
Selain itu, dalam draft surel lain yang ditemukan, Epstein menuduh Gates karena memilih untuk “mengabaikan dan membuang persahabatan yang telah berkembang selama enam tahun,” sekaligus menuding Gates menjauh demi menjaga reputasi publiknya. Tuduhan ini dimaksudkan oleh Epstein untuk mengungkapkan rasa kecewanya setelah hubungan mereka berakhir.
Menanggapi keberadaan dokumen tersebut, juru bicara Bill & Melinda Gates Foundation memberikan bantahan tegas. Pihaknya mengatakan, “Tuduhan ini—berasal dari seorang yang terbukti pembohong dan pendendam—benar-benar mengada-ada dan sepenuhnya keliru.”
Pernyataan resmi itu menambahkan bahwa satu-satunya hal yang ditunjukkan dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates serta upaya ekstrem yang dia lakukan untuk menjebak dan mencemarkan nama baik Gates.
Pakar hukum menilai bahwa meskipun dokumen ini menarik perhatian publik, penting diingat bahwa catatan tersebut tidak sama dengan bukti yang dapat dibuktikan di pengadilan. Sebanyak lebih dari tiga juta halaman dokumen dirilis di bawah ketentuan Epstein Files Transparency Act, yang bertujuan untuk membuka arsip investigasi lama.
Dokumen-dokumen ini mencakup email, foto, dan materi lain dari penyelidikan terhadap Epstein, yang meninggal pada 2019 lalu saat menunggu persidangan federal atas tuduhan perdagangan seks.
Bill Gates sendiri pernah secara terbuka menyesali keterlibatannya dengan Epstein. Dalam wawancara tahun 2021, Gates menyebut hubungan itu sebagai “kesalahan besar” dan menyatakan bahwa pertemuan mereka terjadi karena harapan untuk menggalang dana bagi filantropi global, bukan hubungan pribadi yang kuat. Pengakuan itu menunjukkan upaya Gates untuk menjauh dari interpretasi yang lebih sensasional terhadap interaksinya dengan Epstein.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
