
Bill Gates, pendiri Microsoft dan pendukung utama perusahaan energi nuklir TerraPower (Scientific American)
JawaPos.com - Strategi energi Amerika Serikat (AS) memasuki fase baru setelah TerraPower, perusahaan rintisan yang didukung pendiri Microsoft Bill Gates, resmi mengantongi izin federal untuk memulai pembangunan reaktor nuklir canggih di Wyoming. Persetujuan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sinyal kebangkitan sektor nuklir komersial AS setelah hampir satu dekade tanpa reaktor baru yang mendapat restu regulator.
TerraPower akan membangun pembangkit berteknologi baru bernama Natrium, reaktor modular generasi lanjut yang diklaim lebih fleksibel dan efisien. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi paling cepat pada 2031. Jika terealisasi sesuai jadwal, proyek ini menjadi reaktor komersial baru pertama yang memperoleh persetujuan konstruksi federal dalam hampir sepuluh tahun terakhir.
Dilansir dari The New York Times, Kamis (5/3/2026), persetujuan bulat Komisi Regulasi Nuklir AS (Nuclear Regulatory Commission/NRC) menandai babak baru bagi industri nuklir komersial di Amerika Serikat. Izin ini membuka jalan bagi dimulainya konstruksi Natrium, meski TerraPower masih harus melewati sejumlah tahapan perizinan lanjutan sebelum reaktor dapat beroperasi penuh.
Presiden Direktur TerraPower, Chris Levesque, menegaskan arti strategis keputusan itu. Dalam pernyataan resmi, dia menyebut, "Ini adalah hari bersejarah bagi industri nuklir Amerika Serikat." Ucapan tersebut mencerminkan optimisme bahwa teknologi baru dapat memperkuat kembali peran nuklir sebagai sumber energi rendah karbon di tengah tekanan transisi energi global.
TerraPower juga menyatakan desain reaktornya akan "lebih mudah dan lebih murah untuk dibangun serta dioperasikan" dibandingkan pembangkit nuklir konvensional. Pernyataan ini kontekstual mengingat dua reaktor terakhir yang dibangun di AS menelan biaya hingga 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp 590,8 triliun dengan kurs Rp 16.880 per dolar AS, serta mengalami pembengkakan anggaran dan keterlambatan signifikan.
Secara teknis, perbedaan utama terletak pada sistem pendingin. Reaktor konvensional menggunakan air bertekanan tinggi yang dialirkan melalui pipa dan pelindung tebal menuju inti reaktor untuk menghasilkan uap pembangkit listrik. Sebaliknya, desain Natrium memanfaatkan natrium cair yang beroperasi pada tekanan lebih rendah, sehingga berpotensi menekan kebutuhan struktur pelindung berat dan biaya konstruksi.
Lebih lanjut, pembangkit ini dilengkapi sistem penyimpanan energi berbasis baterai berskala besar. Sistem tersebut memungkinkan produksi listrik dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan jaringan. Fleksibilitas ini menjadi pembeda penting karena reaktor generasi lama relatif sulit menyesuaikan output secara cepat, terutama saat dikombinasikan dengan energi terbarukan seperti surya dan angin.
Kendati demikian, izin konstruksi bukanlah izin operasional. TerraPower masih harus memenuhi serangkaian evaluasi keselamatan dan regulasi tambahan sebelum reaktor dapat mulai menghasilkan listrik. Artinya, pengawasan ketat tetap menjadi bagian integral dari proses pengembangan proyek ini.
Di tingkat kebijakan, pemerintahan Presiden Donald Trump menjadikan energi nuklir sebagai salah satu solusi atas meningkatnya kebutuhan listrik nasional, terutama seiring ekspansi pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan. Dalam konteks itu, proyek TerraPower tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga strategis.
Dengan dukungan figur global seperti Bill Gates dan persetujuan regulator federal, pembangunan reaktor Natrium di Wyoming mencerminkan upaya AS mengamankan pasokan energi bersih sekaligus mempertahankan posisi dalam kompetisi teknologi global. Jika berhasil, proyek ini berpotensi menjadi model baru pengembangan nuklir komersial di era transisi energi.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
