Venezuela usai serangan udara berskala besar Amerika Serikat. (Marcos Salgado/Xinhua/Antara)
Langkah ini dinilai mempertegas gaya politik luar negeri agresif Trump dengan dalih America First. Maduro kini telah tampil di pengadilan New York.
Di saat bersamaan, para pemimpin dunia mulai bertanya-tanya. Negara mana yang akan menjadi sasaran berikutnya dari kebijakan keras Washington.
Menurut laporan media Inggris Mirror, Trump disebut merasa semakin percaya diri setelah Operasi Absolute Resolve. Dia bahkan secara terbuka memberi isyarat tindakan agresi militer atau tekanan ekstrem terhadap Greenland, Iran, Kuba, Meksiko, dan Kolombia.
Dalam berbagai pernyataannya, Trump tampak menempatkan diri sebagai polisi dunia versi baru, tak segan mengancam negara sekutu maupun tetangga dekat Amerika Serikat.
Greenland kembali masuk radar Gedung Putih. Pulau Arktik yang berada di bawah kedaulatan Denmark—sekutu NATO AS—dianggap memiliki posisi vital bagi pertahanan Amerika.
"Kita butuh Greenland. Saat ini sangat strategis," ujar Trump, sembari menuding meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok di kawasan tersebut.
Menurut dia, Denmark tidak cukup mampu menjamin keamanan wilayah itu. Saat ini sekitar 150 personel militer AS ditempatkan di Pituffik Base, fasilitas era Perang Dingin yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini rudal balistik antarbenua (ICBM).
Namun, para penasihat Trump menilai pangkalan tersebut perlu diperkuat untuk menghadapi ancaman rudal hipersonik yang lebih sulit dideteksi.
Selain kepentingan militer, Greenland juga kaya sumber daya alam strategis seperti rare earth elements, litium, nikel, grafit, dan logam platinum, komponen penting teknologi hijau. Mencairnya es akibat perubahan iklim membuka peluang eksploitasi baru, yang dipandang Trump sebagai kesempatan investasi besar bagi Amerika.
Kuba, sekutu lama Rusia dan mitra dekat Venezuela, juga masuk daftar perhatian Trump. Negara komunis itu telah lama bersitegang dengan Washington sejak 1961. Trump menilai jatuhnya Maduro akan berdampak langsung pada ekonomi Kuba.
"Sepertinya itu sedang menurun," ujar dia, menandakan tak melihat perlunya intervensi langsung.
Namun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi peringatan lebih keras. "Jika saya tinggal di Havana dan bekerja di pemerintahan, saya akan khawatir," kata Rubio, menegaskan sikap Washington yang tetap memusuhi rezim Havana.
Iran menjadi target dengan risiko paling tinggi. Setiap aksi militer terhadap Teheran berpotensi memicu konflik besar berkepanjangan, bahkan menyerupai Perang Teluk.
Dengan latar belakang program nuklir Iran, keterlibatan Israel dan sekutu AS lainnya hampir tak terelakkan. Washington sendiri sebelumnya telah menyerang fasilitas nuklir Iran, membuat eskalasi lanjutan dinilai semakin mungkin terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022