
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)
JawaPos.com - Kekosongan kekuasaan sempat membayangi Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat.
Penangkapan itu sempat mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain. Namun, situasi politik yang serba tidak menentu itu hanya berlangsung singkat.
Tak lama setelah serangan udara AS pada Sabtu (3/1) waktu setempat, Wakil Presiden Delcy Rodriguez muncul sebagai figur sentral yang mengambil alih kendali pemerintahan.
Nama Rodriguez mencuat ke permukaan setelah Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menyebutnya sebagai presiden sementara Venezuela.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal dingin bagi tokoh oposisi Maria Corina Machado, peraih Nobel Perdamaian tahun lalu, yang selama ini dikenal dekat dengan Trump.
Menurut Trump, Machado tidak memiliki dukungan dan 'rasa hormat' yang cukup untuk memimpin Venezuela.
Trump bahkan mengklaim Rodriguez telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan dinilai 'bersedia melakukan apa yang diperlukan' demi masa depan Venezuela.
“Kami tidak bisa mengambil risiko jika Venezuela dipimpin pihak lain yang tidak memikirkan kepentingan rakyatnya,” ujar Trump, seraya menyebut Rodriguez sebagai sosok yang 'cukup bersahabat'.
Namun, sikap Rodriguez di dalam negeri justru berbanding terbalik dengan narasi Washington.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, ia mengecam keras serangan militer AS dan menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro.
“Presiden negara ini hanya satu, dan namanya Nicolas Maduro,” tegas Rodriguez, berdiri diapit pejabat sipil dan petinggi militer.
Lantas, siapa sebenarnya Delcy Rodriguez yang kini berada di pusat pusaran krisis politik Venezuela?
Delcy Eloina Rodriguez Gomez lahir di Caracas pada 18 Mei 1969. Ia berasal dari keluarga dengan sejarah panjang dalam gerakan kiri Venezuela.
Ayahnya, Jorge Antonio Rodriguez, adalah pendiri Partai Liga Sosialis pada 1970-an dan tewas saat ditahan serta disiksa aparat keamanan pada 1976, peristiwa yang membekas kuat bagi generasi aktivis kala itu, termasuk Maduro muda.
Pengaruh politik keluarga Rodriguez tak berhenti di situ. Saudaranya, Jorge Rodriguez, kini menjabat Ketua Majelis Nasional Venezuela, menjadikan keluarga ini salah satu poros kekuasaan utama dalam pemerintahan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
