
Presiden Donald Trump saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Ruang Oval Gedung Putih (18/11). (AP-Yonhap)
JawaPos.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan mematikan terhadap anggota kelompok teroris ISIS di wilayah barat laut Nigeria.
Pernyataan mengenai serangan tersebut disampaikan Trump dalam unggahan di Truth Social pada Kamis (25/12), sembari menuturkan bahwa serangan dilakukan atas arahan dirinya selaku panglima tertinggi di Amerika Serikat.
“Malam ini, atas arahan saya sebagai Panglima Tertinggi, Amerika Serikat melancarkan serangan yang kuat dan mematikan terhadap teroris ISIS di Nigeria barat laut, yang telah menargetkan dan membunuh secara kejam, terutama orang Kristen yang tidak bersalah, pada tingkat yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad,” katanya.
Pasca serangan terhadap ISIS di Nigeria, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan adanya langkah-langkah baru yang akan diambil Washington, namun tidak merinci tindakan tersebut.
Melalui platform X, Hegseth menuturkan bahwa Presiden Trump telah menegaskan bulan lalu bahwa pembunuhan terhadap orang Kristen yang tidak bersalah di Nigeria dan di tempat lain, harus diakhiri.
“Departemen Pertahanan selalu siap, dan ISIS mengetahuinya malam ini — tepat pada Hari Natal. Akan ada langkah lanjutan… Terima kasih atas dukungan dan kerja sama pemerintah Nigeria,” tulisnya.
Sementara itu, Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM) menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah Nigeria.
“AFRICOM melaksanakan serangan atas permintaan otoritas Nigeria di Negara Bagian Soboto yang menewaskan sejumlah teroris ISIS,” demikian pernyataan AFRICOM di X.
“Serangan mematikan terhadap ISIS menunjukkan kekuatan militer kami dan komitmen kami untuk menghilangkan ancaman terorisme terhadap warga Amerika, baik di dalam maupun luar negeri,” sambung AFRICOM.
Adapun pada akhir Oktober, Trump meminta Komite Anggaran DPR AS untuk menyelidiki isu “pembantaian massal” terhadap umat Kristen di Nigeria oleh kelompok ISIS dan melaporkan hasilnya kepadanya.
Ia juga menyatakan telah menetapkan Nigeria sebagai Country of Particular Concern atau negara yang menjadi perhatian khusus. Trump kemudian mengatakan tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan AS ke Nigeria.
Senada, Hegseth menyebutkan bahwa departemennya, atas perintah Trump, tengah mempersiapkan langkah-langkah terkait Nigeria.
Nigeria menempati peringkat ketujuh dalam daftar negara dengan tingkat penganiayaan paling ekstrem terhadap umat Kristen, menurut laporan tahunan World Watch List 2025 yang diterbitkan oleh Open Doors.
Pada Oktober, majelis tinggi parlemen Nigeria membentuk komite untuk menangani kekhawatiran internasional terkait penganiayaan terhadap umat Kristen di negara tersebut. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022