
CEO Nvidia Jensen Huang. (fortune)
JawaPos.com — CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan kembali bahwa perlombaan AI global tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan chip, tetapi juga oleh kecepatan pembangunan infrastruktur dan kapasitas energi nasional.
Dalam dialog publik bersama Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada akhir November, Huang menyebut bahwa Tiongkok memiliki keunggulan signifikan dalam hal pembangunan fisik dan penyediaan energi yang menopang teknologi kecerdasan buatan.
Pada konteks tersebut, Huang mengatakan bahwa pembangunan data center di Amerika Serikat membutuhkan waktu yang panjang dan sangat terstruktur.
Dia membandingkannya dengan Tiongkok yang dinilai mampu mengeksekusi proyek-proyek besar dalam waktu jauh lebih singkat. Kecepatan ini, menurutnya, menjadi faktor strategis yang berpotensi mengubah peta kompetisi AI global.
Dilansir dari Fortune, Senin (8/12/2025), Huang menegaskan, “Jika Anda ingin membangun pusat data di Amerika Serikat, dari mulai memecah tanah hingga menyalakan superkomputer AI, kemungkinan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.”
Huang kemudian memberikan kontras yang tajam dengan menyatakan bahwa Tiongkok mampu bergerak jauh lebih cepat, seraya menegaskan, “Mereka bisa membangun sebuah rumah sakit hanya dalam satu akhir pekan.”
Selain soal kecepatan konstruksi, Huang menyoroti kapasitas energi sebagai diferensiasi besar lainnya. Menurutnya, Tiongkok memiliki kemampuan suplai energi yang jauh lebih besar dibanding AS.
Dia menilai hal itu sebagai anomali, mengingat ukuran ekonomi kedua negara. “Tiongkok memiliki energi dua kali lipat dari yang kita miliki sebagai sebuah negara, padahal ekonomi kita lebih besar. Ini tidak masuk akal bagi saya,” ujarnya dalam wawancara yang sama.
Meskipun begitu, Huang menekankan bahwa dari sisi teknologi chip AI, Nvidia dan Amerika Serikat masih memimpin jauh di depan. Dia mengatakan, “Kami berada beberapa generasi lebih maju,” sebagai pengakuan atas keunggulan AS dalam desain dan kemampuan manufaktur semikonduktor tingkat tinggi.
Namun, pemimpin Nvidia itu menambahkan peringatan penting agar AS tidak terjebak pada rasa superioritas. “Siapa pun yang berpikir bahwa Tiongkok tidak dapat memproduksi chip AI sendiri, berarti melewatkan gagasan besar,” ujarnya.
Seiring pertumbuhan permintaan AI yang sangat besar, berbagai perusahaan teknologi raksasa termasuk Nvidia tengah menggelontorkan investasi masif untuk pembangunan data center di AS.
Para analis memperkirakan investasi tersebut dapat mencapai antara 50 hingga 105 miliar dolar AS, hanya dalam setahun guna menambah kapasitas antara 5 hingga 7 gigawatt.
Namun, tantangan energi kembali menjadi isu krusial. Di berbagai wilayah AS, termasuk Santa Clara—kota di mana Nvidia berkantor pusat—sejumlah data center baru bahkan telah selesai dibangun tetapi belum dapat beroperasi karena jaringan listrik lokal belum mampu memasok daya yang dibutuhkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas teknologi tanpa dukungan energi dan infrastruktur tidak cukup untuk menjawab lonjakan kebutuhan AI.
Karena itu, Huang menilai bahwa keunggulan manufaktur Tiongkok, kecepatan konstruksi, dan kapasitas energi yang terus meningkat menjadi faktor strategis yang harus diwaspadai AS.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
