
Sam Altman yang jadi sorotan global setelah investasi mereka di startup rekayasa genetik bayi. (The Independent)
JawaPos.com — Sam Altman, CEO OpenAI, kini menjadi sorotan dunia setelah terlibat dalam pendanaan startup genetika embrio bayi bernama Preventive. Perusahaan ini menargetkan penghapusan penyakit keturunan melalui penyuntingan gen pada tahap embrio, langkah yang memicu perdebatan etika global.
Dilansir dari The Independent, Kamis (20/11/2025), Preventive yang berkantor pusat di San Francisco telah menghimpun dana hingga 30 juta dolar AS (sekitar Rp 501 miliar, dengan kurs Rp 16.700 per dolar AS) untuk menanggulangi penyakit genetik serius. Selain Altman, pendanaan juga didukung Brian Armstrong, CEO platform kripto Coinbase, yang menyatakan dukungannya terhadap inovasi medis ini.
Langkah ini menimbulkan kontroversi karena penyuntingan gen embrio masih ilegal di AS, Inggris, dan banyak negara lain. Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, perusahaan sedang mempertimbangkan Uni Emirat Arab sebagai lokasi penelitian awal karena regulasi di sana lebih longgar, memberikan peluang untuk uji coba yang tidak diperbolehkan di Barat.
Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, tim ilmuwan Preventive dikabarkan tengah mengembangkan embrio yang diedit secara genetik untuk mencegah penyakit keturunan pada pasangan dengan mutasi gen. Menanggapi kritik, Armstrong menekankan pentingnya riset dasar. “Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit genetik,” ujarnya. “Sangat mudah memperbaiki sejumlah kecil sel sebelum penyakit berkembang, seperti pada embrio.”
Selain itu, Sam Altman tidak bergerak sendiri dalam inisiatif ini; dia mendapat dukungan penuh dari pasangannya, Oliver Mulherin. Selain itu, Mulherin menegaskan motivasi kemanusiaan di balik investasi tersebut. “Saya berinvestasi di Preventive karena peduli pada riset yang bisa membantu orang menghindari penyakit,” katanya. Keduanya saling memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Meski demikian, para ahli bioetika memperingatkan risiko besar. Fyodor Urnov dari Innovative Genomics Institute menekankan, “Mereka entah sedang berbohong, delusional, atau keduanya. ini bukan hanya soal penyakit, tetapi juga potensi manipulasi genetik untuk karakteristik tambahan pada bayi.”
Menanggapi kekhawatiran tersebut, CEO Preventive, Lucas Harrington, menegaskan fokus perusahaan tetap pada riset pra-klinis. “Kami tidak terburu-buru … kami berkomitmen transparan dalam penelitian dan akan menerbitkan hasil, baik positif maupun negatif,” ujarnya.
Isu ini semakin relevan setelah Mei lalu, ketika seorang bayi dengan defisiensi enzim CPS1 menerima terapi pengeditan gen yang berhasil memperbaiki mutasi spesifik pada kode genetiknya. Dr. Kiran Musunuru, salah satu penulis studi, menyebut, “Ini langkah pertama menuju terapi pengeditan gen untuk berbagai kelainan genetik langka yang saat ini belum memiliki pengobatan definitif.”
Meski Preventive menegaskan tujuan medisnya, kritik tetap muncul terkait potensi dampak jangka panjang, persetujuan pasien, dan ketidakadilan genetik. Regulasi global soal teknologi ini masih beragam, sehingga debat etika diperkirakan akan terus berlangsung.
Langkah Altman berpotensi menjadi babak baru dalam pergerakan bioteknologi global: jika berhasil, penyakit genetik bisa dicegah sejak lahir; namun kegagalan atau penyalahgunaan teknologi ini dapat menimbulkan risiko etika besar, termasuk potensi terciptanya “bayi rancangan” dan disrupsi sosial-medis skala internasional.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022