
Ilustrasi kawasan yang hancur akibat topan. (Freepik)
JawaPos.com - Sejumlah topan tercatat sebagai bencana alam paling mematikan dalam sejarah, menewaskan ratusan ribu jiwa dan meninggalkan jejak kehancuran yang sangat besar. Dari Bangladesh hingga Vietnam, peristiwa-peristiwa ini menjadi bukti betapa dahsyatnya kekuatan siklon tropis yang melanda kawasan Asia selama berabad-abad.
Berikut deretan topan paling mematikan sepanjang sejarah, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber:
1. Great Bhola Cyclone, Bangladesh (1970)
Menurut NOAA, pada 12 November 1970, salah satu topan paling mematikan yang pernah tercatat menghantam Benggala Barat, India dan Pakistan Timur (sekarang Bangladesh).
Gelombang badai besar menyapu pulau-pulau serta garis pantai di Teluk Benggala, mengakibatkan sekitar setengah juta korban jiwa. Badai tersebut berasal dari depresi tropis di bagian selatan Teluk Benggala, yang merupakan sisa dari Badai Tropis Nora setelah melintasi Semenanjung Malaya dari Samudra Pasifik bagian barat.
Keterbatasan teknologi membuat kekuatan badai sulit dipantau secara akurat. Hubungan buruk antara pemerintah India dan Pakistan Timur pada saat itu pun turut memengaruhi komunikasi data cuaca, sehingga peringatan tidak tersampaikan secara optimal.
Meski Badan Meteorologi Pakistan Timur telah mengeluarkan peringatan bagi masyarakat pesisir, hanya sedikit warga yang sempat mengungsi. Banyak yang tidak menyadari ancaman badai, sementara lainnya tidak memiliki akses menuju tempat perlindungan.
Pada malam hari, topan tersebut tiba dengan gelombang badai setinggi 10,5 m yang menghantam daratan dan menyapu pulau-pulau salah satunya Bhola, pulau terbesar di kawasan itu. Hampir seluruh komunitas nelayan musnah.
Akibat catatan sensus yang tidak lengkap, jumlah korban hanya dapat diperkirakan, yakni sekitar 300.000 hingga 500.000 jiwa. Bhola tercatat sebagai siklon tropis paling mematikan sepanjang sejarah, dengan kerugian material sekitar US$86 juta setelah badai mereda.
2. Hooghly River Cyclone, India dan Bangladesh (1737)
Melansir Hurricanes Science, Hooghly River Cyclone yang juga dikenal sebagai Calcutta Cyclone terjadi pada pagi hari 11 Oktober 1737. Badai besar tersebut menghantam wilayah delta Sungai Gangga, tepat di selatan Calcutta, India. Topan tersebut memicu gelombang badai setinggi 10-13 m serta hujan ekstrem mencapai 381 mm hanya dalam enam jam. Topan kemudian bergerak sekitar 330 km ke daratan sebelum akhirnya melemah.
Di Calcutta, sebagian besar struktur bangunan yang terbuat dari lumpur dan atap jerami hancur, sementara itu bangunan bata juga banyak yang rusak berat. Secara keseluruhan, topan tersebut menghancurkan sekitar 20.000 kapal dan perahu serta menewaskan sekitar 300.000 hingga 350.000 orang, mencakup para awak kapal dan penduduk di wilayah dataran rendah Bengal.
3. Haiphong Typhoon, Vietnam (1881)
Menurut Britannica, Topan Haiphong yang terjadi pada 8 Oktober 1881 merupakan salah satu bencana alam paling dahsyat dan menjadi topan mematikan ketiga dalam sejarah. Badai itu menerjang Teluk Tonkin dan memicu gelombang besar yang membanjiri kota Haiphong di Vietnam timur laut. Dampaknya meluas, menyebabkan kehancuran parah dan menewaskan sekitar 300.000 orang.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
