
Ilustrasi: Korban jiwa gempa di Afghanistan. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Afghanistan kembali diguncang bencana mematikan. Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang wilayah utara negara itu, tepatnya di dekat kota Mazar-i-Sharif, pada Senin (3/11) dini hari waktu setempat.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Taliban, sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 320 orang luka-luka akibat peristiwa ini. Gempa terjadi pada pukul 12.59 dini hari (20.29 GMT) dengan kedalaman sekitar 28 kilometer, berdasarkan data dari United States Geological Survey (USGS).
“Angka korban masih bersifat sementara,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman, kepada wartawan, menegaskan bahwa pencarian dan evakuasi masih berlangsung.
USGS mengeluarkan peringatan oranye melalui sistem PAGER, alat otomatis untuk memperkirakan dampak gempa yang menunjukkan bahwa korban jiwa signifikan dan kerusakan meluas kemungkinan besar terjadi. Peringatan di tingkat ini biasanya membutuhkan respons nasional atau regional.
Sementara itu, mengutip via Al-Jazeera, getaran kuat gempa membuat warga Mazar-i-Sharif, kota berpenduduk lebih dari setengah juta jiwa, panik dan berhamburan ke jalan.
“Banyak yang meninggalkan rumah mereka di tengah malam karena takut bangunannya roboh,” tulis seorang koresponden AFP di lokasi.
Selain menelan korban jiwa, gempa juga merusak sebagian kompleks Masjid Biru (Blue Mosque), situs suci yang menjadi simbol kota Mazar-i-Sharif. “Sebagian area tempat suci mengalami kerusakan,” ujar Haji Zaid, juru bicara provinsi Balkh.
Bencana ini menambah daftar panjang gempa mematikan yang melanda Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada 2021. Kurangnya bantuan luar negeri dan infrastruktur minim membuat setiap bencana menjadi ujian berat bagi pemerintahan Kabul.
Hanya dua bulan lalu, gempa 6,0 SR di timur Afghanistan menewaskan lebih dari 2.200 orang. Sementara pada 2023, Herat di barat dan Nangarhar di timur juga diguncang gempa besar yang menewaskan ratusan warga dan menghancurkan ribuan rumah.
Afghanistan sendiri berada di zona seismik aktif, tepat di sepanjang pegunungan Hindu Kush, tempat lempeng Eurasia dan India bertemu. Menurut ahli seismologi Brian Baptie dari British Geological Survey, sejak tahun 1900 wilayah timur laut Afghanistan telah mengalami 12 gempa dengan kekuatan di atas 7,0 SR.
Selain itu, bencana ini memperburuk kondisi Afghanistan yang sudah tertekan oleh kemiskinan ekstrem, kekeringan berkepanjangan, dan arus pengungsi dari Pakistan serta Iran. Banyak rumah warga dibangun dengan material seadanya, membuat kerusakan dan korban semakin besar setiap kali gempa terjadi.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Nasional Afghanistan mengatakan bahwa laporan lengkap korban dan kerusakan masih dikumpulkan, dunia internasional kembali menyoroti kerentanan negara itu terhadap bencana alam di tengah keterbatasan sumber daya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022