Korea Selatan akui pasangan sesama jenis dalam sensus nasional. (Freepik).
JawaPos.com - Pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah Korea Selatan mengizinkan pasangan sesama jenis terdaftar sebagai pasangan dalam sensus nasional.
Langkah ini dianggap sebagai bentuk pengakuan simbolis bagi komunitas LGBTQ+ di negara yang hingga saat ini belum melegalkan pernikahan sesama jenis itu.
Dilansir dari The Korea Herald (22/10), Kementerian Data dan Statistik Korea secara resmi memperbarui sistem sensus digital untuk menerima pilihan ‘pasangan’ (spouse) atau ‘pasangan serumah’ (cohabiting partner) antara dua individu dengan jenis kelamin sama.
Kebijakan ini diterapkan mulai Rabu (22/10) dalam pelaksanaan Sensus Penduduk dan Perumahan 2025 yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun sensus nasional Korea Selatan ini akan berlangsung hingga 18 November.
Baca Juga: ICJ Tegaskan Israel Wajib Penuhi Kebutuhan Dasar Warga Gaza, Bantah Tuduhan terhadap UNRWA
Sebelumnya, sistem sensus secara otomatis menolak entri pasangan sesama jenis dan menandainya sebagai kesalahan.
Saat ini dengan ketentuan yang telah diperbarui, Korea Selatan untuk pertama kalinya mengakui keberadaan pasangan sesama jenis dalam data resmi, meskipun tanpa memberikan status hukum atau hak pernikahan secara legal.
Koalisi Rainbow Action Korea yang beranggotakan 49 organisasi LGBTQ+, menyebut langkah ini sebagai keputusan bersejarah. Dalam pernyataannya, Koalisi Rainbow Action Korea menilai perubahan ini sebagai langkah awal agar warga LGBTQ+ dapat tercermin secara utuh dalam statistik nasional.
Namun, kelompok itu juga mengkritik pemerintah karena kurang melakukan sosialisasi yang dapat menghambat partisipasi publik dalam sensus.
Sementara itu, Partai Progresif Justice Party menyambut positif kebijakan itu dan menilai bahwa pengakuan ini merupakan hasil perjuangan panjang komunitas LGBTQ+.
Partai itu berharap langkah ini membuka jalan bagi pengakuan kelompok lain, termasuk transgender, dalam statistik resmi di masa depan.
Meskipun demikian, survei nasional yang dilakukan Korea Research pada 2024 menunjukkan bahwa 50 persen warga Korea Selatan masih menolak legalisasi pernikahan sesama jenis, sedangkan hanya 34 persen yang menyatakan dukungan. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
