
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (apnews.com)
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dirinya berharap dapat mengumumkan pembebasan sandera yang masih ditahan di Gaza dalam beberapa hari ke depan.
Namun, di balik nada optimistis itu, bayangan perang dan politik domestik Israel masih membayangi proses menuju kesepakatan damai.
Dalam pernyataan televisi yang disiarkan Sabtu malam, Netanyahu menegaskan bahwa, “Hamas akan dilucuti dan Gaza akan didemiliterisasi—baik dengan cara mudah maupun sulit, tetapi hal itu akan tercapai.”
Pernyataan tersebut muncul setelah Hamas mengumumkan kesediaannya untuk membebaskan para sandera berdasarkan rencana perdamaian 20 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump.
Namun, Hamas tidak menyinggung isu pelucutan senjata yang jadi tuntutan utama Israel, dan justru meminta negosiasi lanjutan atas sejumlah poin dalam rencana itu.
Hamas pada Sabtu (4/10) kemarin menuduh Israel terus melakukan 'pembantaian' setelah serangan udara mengguncang Gaza pada pagi hari. Kelompok itu menyerukan tekanan internasional agar Israel menghentikan agresi.
Sementara itu, perundingan gencatan senjata tidak langsung antara kedua pihak dijadwalkan dimulai di Kairo, Mesir, pada Senin mendatang.
Sementara Donald Trump, yang kini tampil sebagai aktor kunci dalam upaya damai ini, memperingatkan bahwa ia “tidak akan menoleransi penundaan” dari pihak Hamas.
Dalam unggahan di platform Truth Social, ia menulis, Hamas harus bergerak cepat, atau semua kesepakatan akan batal. "Mari selesaikan ini SEKARANG," kata Trump.
Trump kemudian menambahkan bahwa Israel telah menyetujui garis penarikan awal pasukan, merujuk pada tahapan yang disusun dalam rencana perdamaian AS tersebut.
Rencana itu mencakup penghentian pertempuran secara langsung, pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup, serta pengembalian jenazah mereka yang diyakini telah tewas.
Sebagai gantinya, ratusan warga Palestina yang selama ini ditahan di penjara Israel akan dibebaskan.
Militer Israel (IDF) bahkan telah mengonfirmasi kesiapan untuk melaksanakan fase pertama rencana Trump, dengan menekankan bahwa keselamatan pasukan tetap menjadi prioritas utama. Demikian mengutip BBC.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022