
Ilustrasi kendaraan luar angkasa Arc milik Inversion Space yang beroperasi di orbit rendah Bumi, dirancang untuk mengantarkan kargo ke mana pun di dunia dalam waktu kurang dari satu jam. (Gizmodo)
JawaPos.com — Di tengah perlombaan global mempercepat rantai pasok, ambisi baru muncul dari sektor antariksa. Inversion Space, startup asal California, memperkenalkan kendaraan luar angkasa Arc yang dirancang untuk mengantarkan kargo ke mana pun di dunia hanya dalam satu jam.
Inovasi ini berpotensi merevolusi sistem logistik internasional dan menjadikan orbit rendah Bumi sebagai jalur distribusi baru bagi kebutuhan strategis maupun darurat.
Dilansir dari Gizmodo, Senin (6/10/2025), Arc merupakan kendaraan hibrida antara spaceplane dan kapsul pengantaran dengan ukuran sekitar 4 kaki (1,2 meter) lebar dan 8 kaki (2,4 meter) tinggi. Kendaraan tersebut mampu membawa beban hingga 500 pon atau sekitar 225 kilogram. Desainnya dibuat untuk lepas landas menuju orbit rendah Bumi dan dapat digunakan kembali untuk misi-misi berikutnya.
Berbeda dari sistem peluncuran konvensional, Inversion Space tidak hanya ingin menempatkan kargo di orbit, tetapi juga menciptakan sistem pengiriman dari orbit ke titik mana pun di Bumi. Arc dapat menyimpan muatan hingga lima tahun di orbit, lalu melakukan manuver masuk kembali ke atmosfer menggunakan mesin deorbit dan parasut otonom untuk mendarat dengan aman di lokasi yang ditentukan.
Visi jangka panjang perusahaan ini adalah membangun konstelasi kendaraan Arc yang siap beroperasi di orbit dan dapat dipanggil kapan saja sesuai permintaan. Fokus awal diarahkan pada sektor pertahanan.
Dalam pernyataannya di platform X, Inversion menyebut: “Arc mengubah kesiapsiagaan pertahanan dengan memungkinkan akses ke mana pun di Bumi dalam waktu kurang dari satu jam, memungkinkan pengiriman cepat kargo misi penting ke wilayah yang sulit dijangkau atau terbatas infrastruktur.”
Sebelumnya, Inversion menguji prototipe pesawat luar angkasa bernama Ray untuk menguji kemampuan terbang di orbit dan kembali ke Bumi dengan selamat. Namun, Ray gagal melakukan tahap pendaratan kembali karena gangguan sirkuit internal yang membuat mesin deorbit tidak menyala.
Dalam pernyataan resmi, perusahaan menjelaskan: “Pesawat luar angkasa pertama kami, Ray, telah menyelesaikan misinya di orbit dan menjadi sarana uji teknologi yang sangat berhasil meskipun tidak melakukan re-entry karena gangguan pada komponen yang mencegah mesin deorbit menyala.”
Meskipun menghadapi hambatan teknis, keberhasilan uji sistem dianggap sebagai langkah besar bagi tim kecil beranggotakan 25 orang yang membangun hampir seluruh komponen secara internal.
Menurut laporan PayloadSpace, Arc bukan kapsul biasa, melainkan kendaraan re-entry—pesawat luar angkasa yang dirancang untuk kembali ke Bumi dari orbit. Kendaraan berbentuk lifting body ini dilengkapi sistem kontrol presisi dan parasut otonom yang memungkinkannya mendarat dengan akurasi hingga radius 15 meter.
CEO Inversion Space, Justin Fiaschetti, menjelaskan arah jangka panjang perusahaan dalam pernyataannya. Dia menegaskan, “Visi kami adalah menjadikan luar angkasa sebagai moda transportasi baru. Saat ini kami berfokus pada sektor pertahanan, karena jenis kargo bernilai tinggi dan sangat sensitif terhadap waktu inilah yang memungkinkan keberhasilan sebuah misi.”
Perusahaan menargetkan peluncuran perdana Arc pada akhir 2026 dan membangun konstelasi global pada 2028. Dengan izin reentry dari Federal Aviation Administration (FAA), Inversion siap menjadikan luar angkasa bukan sekadar tujuan eksplorasi, tetapi bagian dari infrastruktur pengiriman global masa depan. ***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
