Pada Januari 2026, KAI Logistik berhasil mengelola total volume angkutan sebesar 1,1 juta ton.
JawaPos.com - Mengawali tahun 2026, KAI Logistik mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan barang yang relatif stabil. Pada Januari 2026, perusahaan berhasil mengelola total volume angkutan sebesar 1,1 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sebesar 47 persen berasal dari segmen angkutan non-batubara. Sementara sisanya masih didominasi oleh komoditas batubara.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga performa operasional di tengah dinamika industri logistik. "Di awal tahun 2026, KAI Logistik mampu menjaga kinerja pengelolaan angkutan barang secara stabil. Angkutan batu bara masih mendominasi dengan porsi sekitar 53 persen atau setara dengan 590 ribu ton," ujar Yuskal, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2).
Selain batubara, KAI Logistik juga mencatatkan kinerja pada berbagai segmen lainnya. Layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK membukukan volume sebesar 266 ribu ton, diikuti oleh angkutan kontainer sebesar 222 ribu ton, angkutan semen 32 ribu ton, angkutan limbah B3 sebesar 594 ton, serta layanan angkutan kurir yang mencapai 6.587 ton.
Yuskal menjelaskan bahwa pada awal tahun ini terdapat penyesuaian kinerja pada segmen batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. "Kinerja pada segmen batubara tidak terlepas dari dinamika industri termasuk kebijakan terkait serta fluktuasi harga batubara global, yang menjadi tantangan tersendiri bagi industri logistik," jelasnya.
Meski demikian, peningkatan kinerja pada segmen non-batubara dinilai mampu menjaga stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Kontribusi angkutan non-batubara yang mencapai 47 persen menunjukkan semakin menguatnya portofolio layanan KAI Logistik.
Capaian ini sekaligus menegaskan peran kereta api sebagai salah satu tulang punggung distribusi logistik nasional. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah segmen non-batubara mencatatkan pertumbuhan positif.
Angkutan kontainer meningkat 44 persen, dari 154 ribu ton pada Januari 2025 menjadi 222 ribu ton pada Januari 2026.
Layanan angkutan kurir atau bisnis ritel tumbuh 35 persen, dari 4.880 ton menjadi 6.587 ton. Sementara itu, angkutan limbah B3 meningkat sebesar 57 persen, dari 378 ton menjadi 594 ton.
Keragaman muatan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel. Yuskal menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan layanan, antara lain melalui perluasan kapasitas angkut dan percepatan proses pengangkutan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
