Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 21.14 WIB

Mega Proyek Meta: Pusat Data AI Sebesar 70 Lapangan Sepak Bola Picu Kekhawatiran Warga Soal Air dan Energi

Mark Zuckerberg, CEO Meta, di tengah sorotan pembangunan pusat data AI raksasa perusahaan di Louisiana yang memicu kekhawatiran warga soal pasokan air dan energi. (People) - Image

Mark Zuckerberg, CEO Meta, di tengah sorotan pembangunan pusat data AI raksasa perusahaan di Louisiana yang memicu kekhawatiran warga soal pasokan air dan energi. (People)

JawaPos.com — Raksasa teknologi Meta tengah membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) raksasa di Richland Parish, Louisiana, dengan luas sekitar 4 juta kaki persegi atau setara 70 lapangan sepak bola.

Proyek senilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp166,5 triliun (dengan kurs 1 dolar AS sebesar Rp16.650) ini dijanjikan akan membuka 500 lapangan kerja langsung serta ribuan pekerjaan konstruksi. Namun, di balik itu muncul kekhawatiran publik terkait dampaknya terhadap pasokan air dan energi.

Dilansir dari People, Kamis (2/10/2025), pembangunan fasilitas ini mendapat sorotan karena pengalaman serupa sebelumnya di Newton County, Georgia. Warga setempat mengaku mengalami masalah pasokan air sejak Meta mulai membangun pusat data senilai 750 juta dolar AS (sekitar Rp12,4 triliun) pada 2018.

Beverly Morris, warga yang tinggal hanya 300 meter dari fasilitas di Georgia, mengatakan kehidupannya berubah drastis sejak proyek Meta itu dimulai.

“Rasanya seperti kami berjuang dalam pertempuran yang mustahil dimenangkan dan bahkan tidak pernah kami pilih,” ujarnya.

“Saya takut meminum air dari sumur kami sendiri," tambahnya.

Menurut laporan The New York Times, sejak pembangunan pusat data dimulai pada 2018, keluarga Morris mengalami kerusakan berulang pada peralatan rumah tangga yang menggunakan air akibat penumpukan sedimen, sehingga mereka harus menggantinya hingga tiga kali.

Kini, mereka hanya bisa mengandalkan satu kamar mandi yang dipakai bersama, termasuk oleh anak laki-laki mereka yang menyandang Down syndrome.

Keluhan serupa datang dari tetangga mereka, Chris Wilson, yang mengaku tekanan air di rumahnya melemah drastis.

“Kadang-kadang airnya begitu cokelat, seolah keluar dari sungai,” tuturnya.

Menurut data, pusat data tersebut mengonsumsi sekitar 10 persen dari total pasokan air harian di Newton County, atau rata-rata 500.000 galon per hari untuk mendinginkan server.

Meski begitu, Meta menegaskan bahwa kaitan antara gangguan pasokan air dengan operasional pusat data di Georgia “tidak mungkin terjadi.”

Perusahaan juga menyebut fasilitasnya memberi “dampak positif” bagi ekonomi lokal, termasuk lapangan kerja dan investasi infrastruktur.

Namun, di Louisiana, perdebatan publik kembali mencuat. Komisi Pelayanan Publik setempat menyetujui pembangunan tiga turbin gas alam untuk memasok lebih dari 2 gigawatt listrik bagi pusat data ini.

Proses persetujuan yang dipercepat menuai kritik karena dinilai minim transparansi. Komisaris Davante Lewis, satu-satunya yang menolak, menegaskan, “Ada informasi yang seharusnya kita ketahui dan butuhkan, tetapi tidak tersedia.”

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore