Benjamin Netanyahu (Instagram @b.netanyahu)
JawaPos.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi meminta maaf kepada Qatar atas serangan rudal yang menewaskan seorang warga negara Qatar di Doha.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (1/10), Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui panggilan telepon yang difasilitasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mengulangi pelanggaran kedaulatan Qatar di masa mendatang.
Permintaan maaf Netanyahu ditujukan langsung kepada Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.
Baca Juga: Pertemuan Keempat Donald Trump dan Benjamin Netanyahu: Usulan Baru untuk Hentikan Perang Gaza
Netanyahu juga enyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi pada 9 September lalu. Serangan tersebut menargetkan pimpinan Hamas, namun juga menewaskan seorang pejabat keamanan Qatar.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menekankan bahwa Israel hanya menargetkan Hamas, bukan Qatar. Ia menegaskan komitmen Israel untuk tidak lagi melanggar kedaulatan Qatar.
Netanyahu juga menyampaikan bahwa Israel tetap memiliki keluhan terhadap kebijakan Qatar terkait dukungan terhadap Hamas dan media Al Jazeera.
Gedung Putih menyatakan bahwa permintaan maaf tersebut merupakan langkah awal penting untuk meredakan ketegangan.
Qatar sendiri menyambut baik jaminan Netanyahu mengenai pencegahan serangan serupa di masa depan. Qatar menekankan pentingnya komitmen ini demi stabilitas kawasan.
Serangan Israel di Doha sebelumnya mendapat kecaman luas dari dunia internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut serangan itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Qatar.
Diketahui hampir 60 negara muslim bahkan berkumpul di Doha untuk menunjukkan solidaritas setelah insiden tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa permintaan maaf menjadi syarat penting untuk melanjutkan upaya mediasi.
Qatar juga menyampaikan apresiasi atas peran Amerika Serikat dalam mengatasi dampak serangan. Pernyataan resmi Qatar menegaskan kesiapan negara itu untuk terus berkontribusi terhadap perdamaian regional.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
