Presiden Kolombia Gustavo Petro konsisten menyerukan Free Palestine. (dok peoplesdispatch)
JawaPos.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dikabarkan akan mencabut visa Presiden Kolombia Gustavo Petro, dengan alasan telah melakukan tindakan sembrono dan provokatif.
Tindakan semborono tersebut dimaksudkan pada Gustavo Petro usai melakukan pidato di tengah pengunjuk rasa di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City.
“Hari ini, Presiden Kolombia [Gustavo Petro] berdiri di jalan di New York City dan mendesak tentara AS untuk tidak mematuhi perintah dan menghasut kekerasan,” kata departemen tersebut dalam sebuah posting di X pada hari Jumat (26/9/2025).
Tulisan itu tidak memberikan perincian khusus tentang dugaan pelanggaran Petro, tetapi rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan pemimpin Kolombia itu bergabung dengan ribuan pengunjuk rasa pro-Palestina di luar gedung PBB di Midtown Manhattan.
Dilansir dari Al Jazeera, dalam salah satu klip video, Petro terdengar mengatakan bahwa negaranya berencana untuk mengajukan resolusi kepada PBB yang bertujuan untuk membentuk tentara untuk menyelamatkan dunia yang tugas pertamanya adalah membebaskan Palestina.
Dalam terjemahan tidak resmi pidatonya kepada para pengunjuk rasa, Petro mengatakan bahwa negara-negara di dunia akan menyumbangkan tentara ke angkatan bersenjata, yang akan menegakkan perintah keadilan internasional dan harus lebih besar daripada militer AS.
"Saya meminta seluruh prajurit Angkatan Darat AS untuk tidak mengarahkan senjata mereka kepada kemanusiaan. Melawan perintah Trump. Patuhi perintah kemanusiaan," kata pemimpin Kolombia itu.
Protes besar terjadi di luar markas besar PBB pada hari Jumat ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada hari keempat Debat Umum Majelis Umum PBB.
Pemimpin Israel menyampaikan pidato bombastis saat ia mengatakan kepada para pemimpin dunia bahwa Israel harus diizinkan untuk menyelesaikan pekerjaan di Gaza, di mana tentara Israel dituduh melakukan genosida.
Dan, Netanyahu mengecam negara-negara Barat atas keputusan memalukan mereka untuk mengakui negara Palestina.
Kantor Petro dan Kementerian Luar Negeri Kolombia tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang pencabutan visa dari kantor berita Reuters.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada hari Selasa (23/9/2025), Petro juga mengecam Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan bahwa pemimpin AS tersebut terlibat dalam genosida di Gaza dan menyerukan proses pidana atas serangan udara AS terhadap kapal-kapal di perairan Karibia yang dituduh Washington menyelundupkan narkoba.
Profil media sosial Petro pada hari Jumat menunjukkan ia telah memposting ulang beberapa klip video dirinya berbicara kepada para pengunjuk rasa pro-Palestina di New York.
“Bebaskan Palestina. Jika Gaza jatuh, umat manusia akan mati," tulis Petro dalam salah satu unggahannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022