Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 22.21 WIB

Puluhan Pemimpin Dunia di PBB Sepakat Akui Palestina, AS dan Israel Tetap Menentang

Palestina. (Dok Stryke)

JawaPos.com - Puluhan pemimpin dunia berkumpul di New York dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (22/9/2025) untuk menyepakati pengakuan negara Palestina. Langkah ini menjadi perubahan diplomatik bersejarah setelah hampir dua tahun perang Gaza yang terus mendapat penolakan keras dari Israel dan sekutu utamanya, Amerika Serikat.

Dilaporkan Reuters, Presiden Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis akan secara resmi mengakui Palestina dalam pertemuan bersama Arab Saudi. Keputusan ini menjadi tonggak penting yang memberi harapan bagi rakyat Palestina, meski diperkirakan tidak banyak mengubah situasi di lapangan.

Pemerintahan sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel menegaskan tidak akan pernah menerima berdirinya negara Palestina, sambil tetap melancarkan operasi militer melawan Hamas di Gaza pasca serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel.

Israel menuai kecaman internasional atas ofensifnya di Gaza, di mana lebih dari 65.000 warga Palestina dilaporkan tewas menurut otoritas kesehatan setempat. Beberapa pekan terakhir, pasukan Israel bahkan melancarkan serangan darat besar-besaran ke Kota Gaza dengan kecil kemungkinan adanya gencatan senjata.

“Kita harus membuka jalan menuju perdamaian,” ujar Macron saat membuka sidang PBB di New York.

“Kita perlu melakukan segala upaya demi menjaga peluang terwujudnya solusi dua negara, agar Israel dan Palestina bisa hidup berdampingan secara damai dan aman,” tambahnya, sebelum mengumumkan langkah diplomatik yang disambut tepuk tangan para peserta.

Namun, Israel menilai keputusan tersebut justru akan menghambat peluang penyelesaian konflik secara damai.

Sejumlah tokoh dunia lain seperti Presiden Turki Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyampaikan pandangan mereka dalam forum tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang pemerintahannya telah mengakui Palestina sejak 2024, menilai gelombang pengakuan terbaru ini sangat penting.

“Dua negara anggota tetap Dewan Keamanan, Inggris dan Prancis, kini mengakui Palestina. Selain itu, sebagian besar negara Barat pun sudah menyatakan hal yang sama,” katanya dalam wawancara dengan Reuters.

Macron juga memaparkan kerangka pembaruan bagi Otoritas Palestina, di mana Prancis siap membuka kedutaan besar bergantung pada syarat-syarat seperti reformasi, gencatan senjata, serta pembebasan seluruh sandera Israel yang masih ditahan Hamas di Gaza.

Menjelang Sidang Umum PBB, sejumlah negara Eropa seperti Luksemburg, Malta, Belgia, dan Monako ikut bergabung dengan mayoritas besar dari 193 anggota PBB yang sudah lebih dulu mengakui Palestina.

Janji Macron sejak Juli lalu menjadi pemicu gelombang dukungan terbaru. Inggris, Kanada, dan Australia pun kemudian menyatakan hal serupa dan secara resmi mengumumkan pengakuan mereka pada Minggu lalu.

“Kami menyerukan kepada negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukannya,” ujar Presiden Palestina Mahmoud Abbas lewat sambungan video. Ia tidak bisa hadir karena visa AS ditolak. Abbas juga menegaskan komitmen reformasi dan penyelenggaraan pemilu dalam waktu setahun setelah gencatan senjata.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore