Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 17.57 WIB

Dasht-e Lut, Gurun Terpanas di Dunia yang Masuk Warisan Dunia UNESCO

Dasht-e Lut, gurun terpanas di dunia dengan lanskap batu yang dibentuk angin selama ribuan tahun (visitworldheritage.com) - Image

Dasht-e Lut, gurun terpanas di dunia dengan lanskap batu yang dibentuk angin selama ribuan tahun (visitworldheritage.com)

JawaPos.com - Iran bukan hanya dikenal lewat sejarah peradaban kunonya, tetapi juga menyimpan salah satu fenomena alam paling ekstrem di dunia yaitu Dasht-e Lut. Dilansir dari whc.unesco.org, gurun yang terletak di bagian tenggara negara tersebut dinobatkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2016, berkat keunikan geologis dan suhu ekstrem yang tercatat di permukaannya.

Dasht-e Lut, yang membentang seluas lebih dari 51.000 kilometer persegi, telah menarik perhatian ilmuwan dunia setelah penelitian terbaru mengungkap bahwa suhu permukaan tanahnya pernah mencapai 80,8°C pada musim panas tahun 2018.

Angka ini menjadikannya sebagai lokasi dengan suhu permukaan tanah tertinggi yang pernah tercatat di Bumi. Data tersebut diperoleh melalui satelit MODIS milik NASA yang memantau suhu permukaan secara konsisten.

“Ini bukan suhu udara seperti yang kita lihat di prakiraan cuaca, melainkan suhu tanah yang dipanaskan langsung oleh sinar matahari,” ujar Chris Weber, peneliti yang terlibat dalam studi tersebut, dilansir dari animalsaroundtheglobe.com.

Ia menambahkan bahwa pada suhu setinggi itu, “telur bisa matang dalam waktu kurang dari tiga menit, dan sebagian besar perangkat elektronik akan langsung rusak”.

Keunikan Dasht-e Lut tidak hanya terletak pada panasnya. Gurun ini juga menampilkan lanskap yang luar biasa, seperti yardang, formasi batuan bergelombang akibat erosi angin dan bukit pasir yang menjulang hingga 300 meter, menjadikannya salah satu gurun dengan bukit pasir tertinggi di dunia.

Antara bulan Juni hingga Oktober, wilayah ini disapu angin kencang yang membawa sedimen dan membentuk relief geologis yang spektakuler.

UNESCO menyebut Dasht-e Lut sebagai “contoh luar biasa dari proses geologi yang sedang berlangsung,” dan menyoroti pentingnya situs ini dalam memahami dinamika alam yang ekstrem.

Meski tidak ramah bagi kehidupan manusia, gurun ini menjadi laboratorium alami yang penting bagi studi iklim dan geologi global.

Dengan suhu yang melampaui gurun-gurun legendaris seperti Sahara dan Death Valley, Dasht-e Lut membuktikan bahwa keajaiban alam tidak selalu berada di tempat yang ramai dikunjungi wisatawan.

Justru di balik kesunyian dan panas yang membakar, tersimpan cerita tentang kekuatan alam yang luar biasa. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore