
CEO Zoom Eric Yuan yang sepakat dengan Bill Gates, Jensen Huang, dan Jamie Dimon bahwa AI dapat membuat karyawan bekerja hanya tiga hari seminggu. (Fortune)
JawaPos.com — CEO Zoom, Eric Yuan, menyuarakan pandangan yang sejalan dengan Bill Gates, Jensen Huang, dan Jamie Dimon tentang dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pola kerja global.
Mereka menilai kehadiran AI akan membuka jalan menuju sistem kerja tiga hingga empat hari dalam seminggu, meski di sisi lain juga membawa risiko hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Yuan menegaskan, “Jika AI dapat membuat hidup kita lebih baik, mengapa kita perlu bekerja lima hari seminggu? Setiap perusahaan akan mendukung tiga atau empat hari kerja. Saya pikir ini pada akhirnya akan membebaskan waktu semua orang.”
Dilansir dari Fortune, Selasa (16/9/2025), tren pekan kerja singkat telah diuji di Eropa dengan hasil positif. Di Amerika Serikat, perusahaan Exos mendapati pengurangan satu hari kerja mampu memangkas tingkat kelelahan hingga setengahnya serta meningkatkan produktivitas sebesar 24 persen.
Meski demikian, Yuan mengingatkan, “Setiap kali ada pergeseran paradigma teknologi, beberapa pekerjaan akan hilang, tetapi juga tercipta peluang baru.”
Bill Gates pun menyampaikan hal serupa. Dalam wawancara Februari lalu dengan Fortune, dia berkata, “Apa pekerjaan di masa depan? Haruskah kita hanya bekerja dua atau tiga hari seminggu? Jika dilihat lebih luas, tujuan hidup bukan sekadar melakukan pekerjaan.” Gates bahkan memprediksi AI akan menggantikan kebutuhan manusia untuk “sebagian besar hal” dalam 10 tahun mendatang.
Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang menyebut revolusi AI baru saja dimulai. “Jika industri terus mengadopsi AI dengan cepat, kemungkinan besar kita akan memiliki minggu kerja empat hari. Namun, saya juga memprediksi kita akan lebih sibuk di masa depan dibandingkan sekarang,” ujarnya.
Di sektor keuangan, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon menilai teknologi ini bisa membawa keseimbangan hidup lebih baik. Dia mengatakan kepada Bloomberg TV tahun lalu, “Anak-anak Anda akan hidup hingga usia 100 tahun dan tidak terkena kanker berkat teknologi. Dan kemungkinan besar mereka hanya akan bekerja tiga setengah hari dalam seminggu.”
Meski begitu, sejumlah pemimpin industri mengingatkan adanya ancaman kehilangan pekerjaan. CEO Ford Jim Farley dan pimpinan Klarna Sebastian Siemiatkowski menilai sebagian besar peran tertentu akan benar-benar hilang.
Namun, Huang berpendapat sebaliknya, dengan menegaskan kepada CNN, “Selama 300 tahun terakhir, setiap kali ada lompatan teknologi, bukan hanya produktivitas yang naik, tetapi juga kesempatan kerja meningkat.”
Dengan demikian, wacana bahwa karyawan masa kini bisa bekerja hanya tiga hingga empat hari dalam seminggu berkat AI mencerminkan peluang sekaligus tantangan besar. Bagi sebagian kalangan, ini membuka jalan menuju keseimbangan hidup yang lebih baik, tetapi bagi yang terdampak otomatisasi, ancaman kehilangan pekerjaan tetap nyata. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
