Gedung pemerintahan dibakar oleh para pengunjuk rasa di ibu kota Nepal, Kathmandu. (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Nepal mencatat sejarah demokrasi digital dengan menunjuk perdana menteri sementara melalui aplikasi game Discord.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (17/9), Keputusan ini muncul setelah dua hari kerusuhan mematikan yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli. Ribuan generasi muda memilih jalur daring sebagai bentuk protes terhadap korupsi dan nepotisme politik.
Para pemuda yang tergabung dalam kelompok Hami Nepal menggelar debat besar-besaran di kanal “Youth Against Corruption”.
Lebih dari 10.000 peserta bergabung dalam diskusi, sementara 6.000 lainnya menonton siaran langsung di YouTube. Mereka menolak cara tradisional pemilihan pemimpin yang dianggap tidak transparan.
Setelah perdebatan panjang, mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki terpilih sebagai perdana menteri sementara. Karki, berusia 73 tahun, dikenal sebagai pejuang independensi peradilan dan penegakan hukum.
Presiden Ramchandra Paudel kemudian melantik Karki pada Jumat sebagai pemimpin sementara hingga pemilihan umum Maret mendatang.
Baca Juga: PM Nepal Sushila Karki Angkat Tiga Menteri Baru di Tengah Krisis Politik dan Unjuk Rasa Berdarah
Discord dipilih sebagai sarana pemilihan karena dianggap lebih egaliter dan terbuka. Platform ini memungkinkan peserta berdiskusi melalui teks, suara, dan video tanpa rasa takut pembalasan. Pendekatan ini menjadi simbol perlawanan generasi muda terhadap sistem politik tertutup Nepal.
Dalam forum daring, lima nama kandidat dipertimbangkan, termasuk aktivis sosial Harka Sampang dan Mahabir Pun.
Proses pemungutan suara dilakukan secara transparan dengan calon perdana menteri menjawab pertanyaan publik secara langsung. Balen Shah, wali kota Kathmandu, bahkan mendukung hasil pemilihan melalui media sosial.
Pemilihan berbasis Discord ini berlangsung setelah pemerintah sempat melarang berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Twitter.
Larangan dicabut menyusul eskalasi protes yang menewaskan sedikitnya 72 orang. Demonstrasi besar sebelumnya memaksa pembubaran parlemen oleh presiden.
Para pengamat menilai metode digital ini membawa peluang sekaligus risiko manipulasi suara. Ruang pemeriksaan fakta dibuat untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat memengaruhi hasil pemungutan suara. Generasi Z Nepal menunjukkan kemauan belajar dan semangat demokrasi yang baru.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
