Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 15.59 WIB

Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama

Viral dr. Anggi Aprilyani masuk gereja dan disebut melakukan penistaan. (Instagram: lambe_turah) - Image

Viral dr. Anggi Aprilyani masuk gereja dan disebut melakukan penistaan. (Instagram: lambe_turah)

JawaPos.com - Nama dr. Anggi Aprilyani menjadi perbincangan di media sosial setelah video yang diunggahnya di akun TikTok pribadinya viral. Dalam video tersebut, ia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi sebuah Gereja Katolik di Manchester, Inggris, dan mengaku tiba-tiba merasa mau muntah.

Video itu awalnya diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @dokterbarbarreal. Meski unggahan aslinya sudah tidak tersedia, video tersebut telah tersebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk dibagikan ulang oleh akun gosip Instagram Lambe Turah.

"Cerita seram hari ini di Manchester kami masuk gereja, pengen tahu aja. Rupanya di dalam gereja ada orang kayak diruqyah, aku diam diam kok aku mau muntah ya. Aku bilang kayaknya aku kena ruqyah nih, ayo kabur," cerita Anggi Aprilyani yang saat itu bersama temannya.

Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Ada yang menilai pernyataan Anggi menyinggung keyakinan umat Katolik hingga muncul tudingan konten tersebut mengandung unsur penistaan agama.

Selain itu, Anggi juga dinilai kurang bijak dalam menggunakan media sosial karena membagikan pengalaman pribadinya tersebut ke publik sehingga menuai kontroversi.

Di tengah ramainya perdebatan, ada warganet yang justru mengajak publik untuk menyikapi persoalan dengan kepala dingin. Salah satunya datang dari seorang pengguna media sosial yang mengaku beragama Katolik.

"Saya sebagai seorang Katolik tulus memaafkan mereka ini, sebab mungkin mereka tidak tahu atau pengetahuan yang terbatas. Kalau ada yang tanya kenapa dimaafin? Itu kan jelas penistaan!," kata salah satu netizen.

Menurutnya, sikap memaafkan merupakan ajaran di dalam keyakinan yang dianutnya, sehingga ia pun memilih untuk tidak merespons kontroversi dengan kebencian.

"Maaf, dikeyakinan kami, kasih itu yang utama, memaafkan siapapun tanpa kecuali, entah kalau di ajaran keyakinan mereka, itu bukan urusan saya," katanya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore