Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 16.36 WIB

78 WNI Dipastikan Pulang dari Nepal di Tengah Gejolak Politik dan Aksi Protes

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha. (ANTARA/Cindy Frishanti/pri). - Image

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha. (ANTARA/Cindy Frishanti/pri).

JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri RI memastikan sebanyak 78 warga negara Indonesia (WNI) akan kembali ke tanah air dari Nepal pada pekan ini, menyusul situasi politik yang bergejolak di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan seluruh WNI yang sempat berada di Nepal akan segera dipulangkan. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan hingga Minggu (14/9) tercatat 74 orang sudah tiba di Indonesia dengan penerbangan komersial.

“Dengan demikian hingga Kamis mendatang, diharapkan total 78 WNI yang melakukan kunjungan singkat ke Nepal sudah dapat dipulangkan ke tanah air,” kata Judha, Senin (15/9).

Empat WNI lain dijadwalkan pulang dalam dua gelombang penerbangan, masing-masing pada Senin (15/9) dan Kamis (18/9). Menurut Judha, para WNI tersebut sebelumnya berada di Nepal untuk menghadiri konferensi internasional maupun berwisata.

Kondisi Nepal Berangsur Pulih

Judha menyebut keamanan di Nepal mulai membaik setelah otoritas setempat mencabut jam malam dan layanan transportasi umum kembali beroperasi. 

Meski begitu, Kemlu bersama KBRI Dhaka tetap memantau perkembangan serta menyiapkan rencana kontingensi jika situasi kembali memburuk.

“Kemlu dan KBRI Dhaka akan terus memonitor perkembangan situasi keamanan di Nepal dan mempersiapkan rencana kontingensi untuk antisipasi jika terjadi eskalasi kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemlu RI juga mengimbau masyarakat Indonesia agar menunda perjalanan ke Nepal sampai kondisi benar-benar stabil.

Gejolak Politik dan Korban Jiwa

Nepal diguncang kerusuhan sejak 8 September setelah pemerintah memberlakukan larangan penggunaan media sosial di tengah tuduhan korupsi dan nepotisme elite politik. Aksi protes besar-besaran itu menewaskan sedikitnya 72 orang dan melukai ratusan lainnya.

Gelombang unjuk rasa memaksa Perdana Menteri Sharma Oli mundur dari jabatannya pada Selasa (9/9). Para pengunjuk rasa bahkan sempat menyerbu gedung parlemen dan membakar rumah sejumlah pejabat senior di Kathmandu.

Sebagai langkah awal pemulihan, Perdana Menteri sementara Sushila Karki berjanji mengusut tuntas kekerasan yang terjadi serta mengumumkan kompensasi sebesar 1 juta rupee bagi keluarga korban.

Kemlu juga kembali menekankan pentingnya memperhatikan kondisi keamanan negara tujuan sebelum bepergian. WNI juga diminta melaporkan diri melalui aplikasi Safe Travel untuk memudahkan pemantauan dan perlindungan jika terjadi keadaan darurat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore