
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (X.com/@IsraeliPM)
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi menandatangani perjanjian pembangunan ribuan unit rumah baru di kawasan permukiman E1, Tepi Barat, Palestina.
Proyek tersebut diyakini akan menjadi titik balik yang nyaris menutup jalan bagi terbentuknya negara Palestina di masa depan.
Dalam pernyataannya di Maale Adumim, permukiman Israel yang terletak di sebelah timur Yerusalem, Netanyahu menegaskan niatnya untuk melipatgandakan populasi kota itu.
“Kami akan memenuhi janji bahwa tidak akan ada negara Palestina. Tempat ini milik kami,” ujar dia dikutip dari Al-Jazeera.
Rencana pembangunan mencakup sekitar 3.400 unit rumah baru yang akan menghubungkan ribuan permukiman Israel di kawasan itu sekaligus memutus akses antara Tepi Barat dengan Yerusalem Timur, wilayah yang diharapkan Palestina menjadi ibu kota negara mereka.
Sebagaimana diketahui, seluruh permukiman Israel di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki sejak 1967, dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.
Karena itu, rencana E1 menuai kecaman luas, terutama karena berpotensi menghapus kesinambungan wilayah bagi Palestina.
Juru bicara Presiden Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menegaskan bahwa negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota tetap menjadi kunci perdamaian di kawasan.
Ia menuding Netanyahu mendorong kawasan ke jurang konflik dan mendesak negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukannya. Sebab saat ini, 149 anggota PBB telah mengakui negara Palestina.
Sikap keras Netanyahu terhadap solusi dua negara bukan hal baru. Sejak lama ia menentang Perjanjian Oslo tahun 1990-an, yang semula diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian.
Bahkan dalam rekaman tahun 2001, Netanyahu pernah membanggakan diri telah “mengakhiri” kesepakatan tersebut.
Pada 1997, di periode pertamanya sebagai perdana menteri, ia juga berperan besar dalam pendirian permukiman Har Homa di Yerusalem Timur.
Baru-baru ini, Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich menegaskan bahwa proyek permukiman seperti E1 bertujuan “menghapus Palestina dari peta”.
Ekspansi E1 kini dipandang sebagai langkah strategis yang bisa mengubur gagasan negara Palestina.
Sementara dukungan internasional untuk Palestina terus tumbuh, kebijakan terbaru Israel justru memperlebar jurang konflik.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
