Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 20.01 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu Sebut Tidak Akan Ada Negara Palestina, Resmikan Ekspansi Permukiman E1 di Tepi Barat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (X.com/@IsraeliPM) - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (X.com/@IsraeliPM)

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi menandatangani perjanjian pembangunan ribuan unit rumah baru di kawasan permukiman E1, Tepi Barat, Palestina.

Proyek tersebut diyakini akan menjadi titik balik yang nyaris menutup jalan bagi terbentuknya negara Palestina di masa depan.

Dalam pernyataannya di Maale Adumim, permukiman Israel yang terletak di sebelah timur Yerusalem, Netanyahu menegaskan niatnya untuk melipatgandakan populasi kota itu.

“Kami akan memenuhi janji bahwa tidak akan ada negara Palestina. Tempat ini milik kami,” ujar dia dikutip dari Al-Jazeera.

Rencana pembangunan mencakup sekitar 3.400 unit rumah baru yang akan menghubungkan ribuan permukiman Israel di kawasan itu sekaligus memutus akses antara Tepi Barat dengan Yerusalem Timur, wilayah yang diharapkan Palestina menjadi ibu kota negara mereka.

Sebagaimana diketahui, seluruh permukiman Israel di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki sejak 1967, dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Karena itu, rencana E1 menuai kecaman luas, terutama karena berpotensi menghapus kesinambungan wilayah bagi Palestina.

Juru bicara Presiden Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menegaskan bahwa negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota tetap menjadi kunci perdamaian di kawasan. 

Ia menuding Netanyahu mendorong kawasan ke jurang konflik dan mendesak negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukannya. Sebab saat ini, 149 anggota PBB telah mengakui negara Palestina.

Sikap keras Netanyahu terhadap solusi dua negara bukan hal baru. Sejak lama ia menentang Perjanjian Oslo tahun 1990-an, yang semula diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian.

Bahkan dalam rekaman tahun 2001, Netanyahu pernah membanggakan diri telah “mengakhiri” kesepakatan tersebut.

Pada 1997, di periode pertamanya sebagai perdana menteri, ia juga berperan besar dalam pendirian permukiman Har Homa di Yerusalem Timur.

Baru-baru ini, Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich menegaskan bahwa proyek permukiman seperti E1 bertujuan “menghapus Palestina dari peta”.

Ekspansi E1 kini dipandang sebagai langkah strategis yang bisa mengubur gagasan negara Palestina.

Sementara dukungan internasional untuk Palestina terus tumbuh, kebijakan terbaru Israel justru memperlebar jurang konflik.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore