
Fenomena Batu Bergerak. (morethanjustparks.com)
JawaPos.com - Fenomena batu bergerak di Racetrack Playa, Death Valley National Park, Amerika Serikat, selama puluhan tahun menjadi teka-teki yang memikat ilmuwan dan wisatawan.
Batu-batu besar tampak meluncur sendiri di atas permukaan tanah kering, meninggalkan jejak panjang seolah digerakkan oleh kekuatan tak kasat mata.
Kini, misteri tersebut akhirnya terpecahkan lewat riset ilmiah yang dilakukan oleh tim dari Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego.
Dalam studi yang dipublikasikan oleh jurnal PLOS ONE, para peneliti menemukan bahwa batu-batu tersebut bergerak karena kombinasi unik antara lapisan es tipis, genangan air dangkal, dan angin ringan yang terjadi saat musim dingin.
Ketika suhu turun drastis, air di permukaan playa membeku menjadi es transparan. Saat matahari terbit dan es mulai mencair, angin sepoi-sepoi mendorong batu-batu yang terjebak di atas es, menyebabkan mereka meluncur perlahan.
“Kami tidak menyangka bisa menyaksikan langsung pergerakan batu-batu itu,” ujar Richard Norris, peneliti utama dari UC San Diego, dalam wawancara dengan The New York Times.
“Kami pikir harus menunggu bertahun-tahun, tapi ternyata kami berada di tempat dan waktu yang tepat.”
Pergerakan batu ini berlangsung sangat lambat, sekitar 3 hingga 5 meter per menit, namun cukup untuk meninggalkan jejak yang terlihat jelas di permukaan tanah. Fenomena ini hanya terjadi ketika kondisi cuaca sangat spesifik seperti, hujan ringan, suhu beku, dan angin yang cukup kuat namun tidak ekstrem.
Ralph Lorenz, ilmuwan dari Johns Hopkins University yang turut dalam penelitian ini, menyebut eksperimen tersebut sebagai “salah satu yang paling membosankan namun paling memuaskan secara ilmiah.”
Ia menambahkan bahwa penemuan ini menunjukkan bagaimana fenomena alam yang tampak misterius bisa dijelaskan lewat observasi dan ketekunan.
Dengan temuan ini, batu bergerak di Death Valley bukan lagi sekadar mitos atau misteri, melainkan bukti nyata bagaimana interaksi antara cuaca ekstrem dan kondisi geologis dapat menciptakan fenomena luar biasa.
Penelitian ini juga menjadi pengingat bahwa alam selalu punya cara unik untuk mengejutkan manusia, asal kita cukup sabar untuk mengamati. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
