Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 05.29 WIB

Israel Luncurkan Serangan ke Doha, Sasar Markas Hamas di Qatar, Picu Ketegangan Baru di Kawasan

Serangan Israel ke Doha Qatar terekam kamera. (AP Photo) - Image

Serangan Israel ke Doha Qatar terekam kamera. (AP Photo)

JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengklaim melakukan serangan udara ke ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9). 

Menurut pernyataan resmi, operasi yang dinamai “Summit of Fire” itu menargetkan anggota senior Biro Politik Hamas, lembaga yang selama ini menjadi pusat pengambilan keputusan kelompok tersebut.

“Kami yang memulai, kami yang melaksanakan, dan kami sepenuhnya bertanggung jawab,” ujar kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, lewat pernyataan di media sosial.

Hingga kini belum ada kepastian soal korban jiwa. Namun laporan awal yang belum terverifikasi menyebut seluruh empat anggota Biro Politik Hamas kemungkinan tewas atau hilang setelah serangan menghantam bangunan tempat tinggal mereka di kawasan Katara, Doha utara.

Kementerian Luar Negeri Qatar membenarkan serangan itu menghantam kompleks hunian yang ditempati sejumlah petinggi Hamas. Pemerintah Qatar menyebutnya sebagai 'tindakan sembrono' dan menegaskan investigasi sedang dilakukan di level tertinggi.

“Qatar dengan tegas mengecam serangan di wilayahnya. Detail lebih lanjut akan diumumkan setelah penyelidikan selesai,” demikian pernyataan resmi Qatar.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Doha mengeluarkan perintah “shelter-in-place” kepada staf dan warganya, mengingat situasi yang belum stabil. Militer Qatar juga dilaporkan telah disiagakan penuh.

Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Qatar, negara kaya energi dan sekutu penting AS, menjadi sasaran serangan lintas batas. Pada Juni lalu, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid dalam rangkaian konflik dengan Israel.

Serangan terbaru ini semakin menyoroti kerentanan Qatar yang selama ini dikenal sebagai mediator diplomasi regional, sekaligus menjadi tempat tinggal bagi sejumlah pemimpin Hamas setelah mereka meninggalkan Gaza.

Salah satunya adalah Ismail Haniyeh, mantan kepala Biro Politik Hamas, yang bermukim di Doha sejak 2017 sebelum akhirnya tewas dibunuh agen Israel di Teheran pada Juli 2024.

Belum jelas bagaimana Israel bisa mengeksekusi serangan militer langsung di jantung ibu kota Qatar, negara yang memiliki hubungan dekat dengan Washington dan menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan.

Namun, jika klaim Israel terbukti benar, serangan ini dapat memicu krisis diplomatik baru, bukan hanya antara Doha dan Tel Aviv, tapi juga dengan sekutu-sekutu regional yang khawatir wilayah mereka ikut terseret ke dalam eskalasi konflik yang makin luas.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore