
Serangan Israel ke Doha Qatar terekam kamera. (AP Photo)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengklaim melakukan serangan udara ke ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9).
Menurut pernyataan resmi, operasi yang dinamai “Summit of Fire” itu menargetkan anggota senior Biro Politik Hamas, lembaga yang selama ini menjadi pusat pengambilan keputusan kelompok tersebut.
“Kami yang memulai, kami yang melaksanakan, dan kami sepenuhnya bertanggung jawab,” ujar kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, lewat pernyataan di media sosial.
Hingga kini belum ada kepastian soal korban jiwa. Namun laporan awal yang belum terverifikasi menyebut seluruh empat anggota Biro Politik Hamas kemungkinan tewas atau hilang setelah serangan menghantam bangunan tempat tinggal mereka di kawasan Katara, Doha utara.
Kementerian Luar Negeri Qatar membenarkan serangan itu menghantam kompleks hunian yang ditempati sejumlah petinggi Hamas. Pemerintah Qatar menyebutnya sebagai 'tindakan sembrono' dan menegaskan investigasi sedang dilakukan di level tertinggi.
“Qatar dengan tegas mengecam serangan di wilayahnya. Detail lebih lanjut akan diumumkan setelah penyelidikan selesai,” demikian pernyataan resmi Qatar.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Doha mengeluarkan perintah “shelter-in-place” kepada staf dan warganya, mengingat situasi yang belum stabil. Militer Qatar juga dilaporkan telah disiagakan penuh.
Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Qatar, negara kaya energi dan sekutu penting AS, menjadi sasaran serangan lintas batas. Pada Juni lalu, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid dalam rangkaian konflik dengan Israel.
Serangan terbaru ini semakin menyoroti kerentanan Qatar yang selama ini dikenal sebagai mediator diplomasi regional, sekaligus menjadi tempat tinggal bagi sejumlah pemimpin Hamas setelah mereka meninggalkan Gaza.
Salah satunya adalah Ismail Haniyeh, mantan kepala Biro Politik Hamas, yang bermukim di Doha sejak 2017 sebelum akhirnya tewas dibunuh agen Israel di Teheran pada Juli 2024.
Belum jelas bagaimana Israel bisa mengeksekusi serangan militer langsung di jantung ibu kota Qatar, negara yang memiliki hubungan dekat dengan Washington dan menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan.
Namun, jika klaim Israel terbukti benar, serangan ini dapat memicu krisis diplomatik baru, bukan hanya antara Doha dan Tel Aviv, tapi juga dengan sekutu-sekutu regional yang khawatir wilayah mereka ikut terseret ke dalam eskalasi konflik yang makin luas.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
