Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 22.37 WIB

Penyelidikan Korupsi Kim Keon Hee Meluas, Libatkan Dugaan Hubungan dengan Gereja Unifikasi

Mantan pejabat tinggi Gereja Unifikasi Yoon hadir di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Rabu (30/7) - Image

Mantan pejabat tinggi Gereja Unifikasi Yoon hadir di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Rabu (30/7)

JawaPos.com - Penasihat khusus yang ditunjuk untuk menyelidiki Kim Keon Hee, istri dari mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan, telah memanggil mantan ibu negara dan seorang dukun bernama Jeon Seong Bae.

Jeon ditahan pada 21 Agustus sebagai bagian dari investigasi dugaan hubungan korupsi antara pasangan presiden tersebut dan Gereja Unifikasi.

Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Persatuan Dunia, yang lebih dikenal sebagai Gereja Unifikasi, didirikan pada tahun 1954 di Seoul oleh mendiang Pendeta Moon Sun Myung. Kelompok agama ini telah berkembang pesat dan kini memiliki basis yang kuat di Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Menurut laporan konferensi pers tahun 2021, ada sekitar 19.000 pengikut di Korea Selatan yang secara rutin memberikan persembahan. Gereja Unifikasi saat ini dipimpin oleh Hak Ja Han Moon, istri dari pendiri mendiang Moon, yang diyakini oleh para pengikutnya sebagai Mesias sejak kematian Moon pada tahun 2012.

Hubungan antara gereja dan mantan pasangan presiden mulai menarik perhatian publik ketika jaksa menyelidiki hubungan korupsi antara Kim dan Jeon. Hal ini terjadi menjelang peluncuran resmi tim penasihat khusus pada pertengahan April.

Menurut laporan Korea Herald, Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul sebelumnya telah menyelidiki Jeon dan mantan pejabat tinggi Gereja Unifikasi yang bermarga Yoon. Pejabat ini mengaku memberikan kalung berlian mewah dan tas tangan Chanel kepada Jeon, yang kemudian akan diberikan sebagai hadiah untuk Kim Keon Hee setelah kemenangan Presiden Yoon dalam pemilihan presiden 2022.

Hadiah-hadiah ini, menurut klaim, bertujuan untuk mendapatkan dukungan proyek yang menguntungkan gereja di Kamboja, mengakuisisi saluran berita kabel Korea Selatan YTN, dan menerima undangan untuk upacara pelantikan presiden.

Meskipun demikian, Gereja Unifikasi mendapat sorotan lebih lanjut setelah pemeriksaan khusus terhadap pejabat gereja Yoon pada pertengahan Juli. Ia dilaporkan bersaksi bahwa pengiriman barang-barang mewah tersebut dilakukan atas perintah pimpinan Gereja Unifikasi.

Gereja Unifikasi sendiri telah menjauhkan diri dari tindakan pejabat Yoon, mengklaim bahwa pengiriman tersebut merupakan pelanggaran pribadi. Namun, tim penasihat khusus berhasil memperoleh kesaksian yang menunjukkan bahwa Hak Ja Han Moon dan pejabat gereja Yoon telah menyatakan dukungan mereka terhadap calon presiden Yoon pada Maret 2022, yang didukung oleh seluruh organisasi.

Tuduhan terkait Gereja Unifikasi semakin memanas setelah Jeon dan mantan pejabat Gereja Unifikasi juga diduga campur tangan dalam pemilihan kepemimpinan Partai Kekuatan Rakyat.

Mereka dituduh merekrut anggota gereja untuk bergabung dengan partai dan mendukung pencalonan Anggota DPR Partai Kekuatan Rakyat, Kweon Seong Dong, sebagai pemimpin fraksi pada tahun 2023.

Setelah mengumpulkan bukti dan kesaksian dari berbagai penggeledahan dan penyitaan, tim penasihat khusus mengonfirmasi bahwa Jeon dan pejabat gereja Yoon bertukar pesan teks yang berisi pertanyaan seperti, "Berapa banyak anggota partai yang perlu kita mobilisasi untuk pemilihan kepemimpinan partai?" dan pernyataan "Dukungan Presiden Yoon masih tetap pada Kweon."

Selain itu, tim penasihat khusus juga memperluas penyelidikannya terhadap dugaan tambahan terkait Gereja Unifikasi. Ditemukan bahwa pejabat gereja Yoon diduga telah menghentikan penyelidikan polisi secara ex officio terkait dugaan perjudian di luar negeri yang melibatkan Han. Hal ini diduga dilakukan dengan bantuan seorang asisten utama mantan Presiden Yoon pada tahun 2022 dan 2023.

Sementara itu, mantan ibu negara Kim Keon Hee telah hadir untuk pemeriksaan keempatnya oleh tim penasihat khusus pada Senin pagi, menyusul tiga sesi sebelumnya sejak penahanannya pada 12 Agustus.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore